Ilustrasi stevia (Foto: anyka dari Canva Pro)
Penderita diabetes biasanya menggunakan pemanis buatan sebagai pengganti gula biasa. Ternyata, ada alternatif pemanis dari bahan alami lainnya yang lebih aman dikonsumsi sebagai pengganti gula biasa.
Ada kabar gembira bagi para pencinta makanan atau minuman manis. Pasalnya, kini Sahabat DAAI punya alternatif pemanis lainnya yang lebih aman.
Salah satu bahan alami yang aman dikonsumsi sebagai pengganti gula adalah stevia. Stevia adalah pemanis alami tanpa kalori, karbohidrat, atau bahan buatan lainnya.
Mengutip dari WebMD, stevia punya rasa yang sangat manis, bahkan 200-300 kali lebih manis dari gula biasa yang berasal dari tebu.
Untuk itu, Sahabat DAAI hanya perlu mengonsumsi sedikit saja stevia agar rasa manisnya tidak terlalu menyengat.
Sejalan dengan rasanya yang kuat, tidak semua orang menyukai rasa stevia, bahkan beberapa orang merasa stevia punya rasa seperti mentol.
Stevia hadir dalam beberapa jenis, tetapi setiap jenisnya punya metode pemrosesan dan bahan-bahan yang berbeda.
Misalnya pada beberapa produk stevia dalam kemasan. Biasanya, produk tersebut dibuat menggunakan rebaudioside A (Reb A) atau sejenis ekstrak stevia olahan yang dicampur dengan pemanis lainnya seperti maltodekstrin dan erythritol.
Manfaat Kesehatan
Stevia berasal dari tanaman Stevia rebaudiana. Biasanya, orang-orang menggunakan daun stevia untuk menambahkan rasa manis pada minuman mereka.
Khusus bagi penderita diabetes, stevia bisa jadi salah satu alternatif pengganti gula untuk menambahkan rasa manis pada minuman atau camilan, tanpa ada tambahan karbohidrat.
Dengan demikian, stevia bisa membantu Sahabat DAAI mengurangi asupan kalori, kadar gula darah, risiko gigi berlubang, dan membantu menurunkan berat badan.
Stevia juga punya manfaat kesehatan tersendiri bagi anak-anak. Umumnya, semakin tinggi asupan gula tambahan, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung bagi anak-anak dengan mengubah triglyceride dan level kolesterol, serta bisa menambah berat badan.
Namun, mengganti produk gula tambahan dengan stevia berpotensi meminimalkan risiko ini. Meski demikian, orang tua tetap harus memantau asupan stevia pada anak-anak.
Pasalnya, lebih mudah bagi anak-anak untuk mencapai batas konsumsi harian, yakni 4 mg per kg. Membatasi konsumsi makanan anak dengan stevia dan pemanis lain seperti gula, bisa membantu mencegah efek samping yang merugikan dan mendukung kesehatan.
Risiko Kesehatan
Walaupun dikenal lebih aman, Sahabat DAAI tetap harus berhati-hati dalam mengonsumsi stevia. Mengutip dari Healthline, beberapa penelitian menunjukkan stevia kemungkinan aman dan efektif menjaga kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.
Meski demikian, produk stevia dalam kemasan kemungkinan juga mengandung jenis pemanis lain seperti dekstrosa dan maltodekstrin, sehingga malah bisa meningkatkan kadar gula darah.
Beberapa studi pun menunjukkan, pemanis nol kalori seperti stevia dapat mengganggu konsentrasi bakteri usus yang bermanfaat dan bisa mencegah penyakit.
Studi lain juga menunjukkan, stevia dan pemanis nol kalori lainnya bisa membuat seseorang malah mengonsumsi lebih banyak kalori, meningkatkan berat badan, dan menambah lingkar pinggang seiring waktu.
Namun, saat ini penelitian lebih lanjut terkait konsumsi stevia masih terbatas dan masih perlu dikaji lebih lanjut.
Untuk mendapatkan hasil terbaik, pastikan untuk mengonsumsi stevia secukupnya dan dalam batas aman.
Sahabat DAAI juga bisa memilih ekstrak stevia murni yang dapat membantu menjaga kadar gula darah normal bagi penderita diabetes.
Kurangi konsumsi stevia jika Sahabat DAAI mengalami efek samping negatif, kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan dengan tepat.

