Simpang Susun Semanggi memiliki pencahayaan yang dirancang khusus untuk mempercantik Kota Jakarta saat malam hari. (Foto/Canva).
Jalan simpang susun sering dipakai untuk mengatasi padatnya lalu lintas di suatu kota. Tapi tahukah kamu jika Kota Jakarta yang dikenal sebagai salah satu kota termacet dunia ternyata memiliki simpang susun yang terkenal?
Simpang susun ini dinamakan Simpang Susun Semanggi. Jembatan layang ini memiliki panjang 796 meter yang menghubungkan antara Grogol ke Senayan dan dari Jalan Sudirman menuju Cawang.
Nama Semanggi sendiri diambil dari bentuk jembatannya yang mirip dengan daun Semanggi. Jembatan layang ini juga dipasang ornamen khas Betawi, berupa gigi balang di dinding-dindingnya.
Ornamen-ornamen itu pun dipertegas dengan pencahayaan yang dirancang khusus untuk mempercantik Kota Jakarta saat malam hari.
Selain infrastrukturnya yang indah, ternyata Simpang Susun Semanggi menyimpan fakta unik lain yang bisa kamu ketahui berikut ini.
1.Memiliki Teknologi yang Canggih
Deputi General Manager Superintendent Proyek Simpang Susun Semanggi, Wijaya Karya Dani Widiatmoko menuturkan, Simpang Susun Semanggi memiliki salah satu teknologi jembatan tercanggih saat ini.
Simpang susun ini tersusun dari 333 segmental box girder yang telah dicetak (precast) sebelum disusun. Jarak antar kolom jembatan layang ini sekitar 80 meter, sehingga pemasangannya harus sempurna agar kokoh. Sebab, jika tidak, flyover ini akan ambruk sewaktu-waktu.
“Jembatan Semanggi yang lama pada masanya menggunakan teknologi beton yang paling update, menggunakan precast. Kemudian pada zaman Pak Harto, Simpang Semanggi ini dikembangkan, ada tol dalam kota. Nah, terus pada zaman Pak Jokowi dan Pak Ahok ini disempurnakan,” ujar Dani dikutip dari Kompas.com
2. Awal Mula Berdirinya Jembatan Semanggi
Jembatan Semanggi berawal dari terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games ke-4 yang bertempat di Jakarta pada 24 Agustus hingga 4 September 1962.
Pembangunan jembatan Semanggi awalnya diprakarsai oleh presiden pertama Republik Insinyur Soekarno pada tahun 1961.
Lalu pada tahun 1987, saat pemerintahan presiden Soeharto, Jembatan Semanggi dilebarkan untuk mengakomodasi kepadatan lalu lintas di tengah kota Jakarta.
Jembatan di ruas Jalan Gatot Subroto sebagian dijadikan jalan tol. Presiden Soeharto pun meresmikan Jembatan Semanggi sebagai bagian dari Jalan Lingkar Dalam Jakarta pada November 1989.
Memasuki pemerintahan presiden Republik Indonesia ke-7, Presiden Joko Widodo, Jembatan Semanggi disempurnakan dengan pembangunan jembatan Simpang susun Semanggi.
Jembatan layang ini pun menjadi jembatan pertama di Indonesia yang memakai Bentang terpanjang di atas jalan tol dalam kota Jakarta.
3. Dibangun Tanpa Biaya APBD
Simpang Susun Semanggi dibangun pada tahun 2016 semasa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama dan selesai pada masa Djarot Syaiful Hidayat, dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 360 miliar.
Yang unik sistem pembiayaan proyek ini adalah tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD.
Dana tersebut berasal dari nilai kompensasi pengembang PT Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company.
Simpang Susun Semanggi merupakan hasil perjuangan tiga generasi pemerintahan yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas Ibukota Jakarta serta menjadi ikon baru Indonesia di mata dunia.
NR
Referensi
Kompas.com. (22 februari 2017). Kehebatan dan Cerita di Balik Simpang Susun Semanggi. Diakses pada 15 Oktober 2021, dari https://megapolitan.kompas.com/read/2017/02/22/10065561/kehebatan.dan.cerita.di.balik.simpang.susun.semanggi.?page=all.
