Gambar es podeng dari fimela.com

Sumber gambar: Fimela.com

Penulis: Grace Kolin

Tak lengkap rasanya menjelajah kuliner Jakarta kalau belum mencicipi es podeng. Berbeda dengan es tradisional lainnya, es podeng menggunakan bahan dasar santan dan disajikan dengan beberapa bahan pelengkap seperti ketan hitam, mutiara, tape, roti tawar, dan susu cokelat.

Kehadiran es podeng tidak terlepas dari kreativitas masyarakat Indonesia pada zaman penjajahan. Pada zaman itu, es krim hanya dinikmati oleh orang dari kalangan atas. Masyarakat Indonesia pun berinisiatif mengganti bahan utama susu pada es krim dengan santan kelapa. Kuliner hasil modifikasi ini pun kemudian dikenal dengan nama es podeng.

Saat ini es podeng bisa dinikmati berbagai lapisan masyarakat dengan harga yang cukup terjangkau, mulai dari Rp 3000 hingga Rp 10.000 per porsi. Beberapa café atau tempat makan di Jakarta juga ada yang menyediakan es podeng dalam menu mereka.

Tidak hanya terjangkau dari segi harga, cara pembuatan es podeng ini juga cukup unik, yaitu dengan memutar tabung yang berisikan adonan es krim. Sebelum diputar, tabung ini harus direndam dalam es batu yang ditaburi dengan garam terlebih dahulu.

Ketika garam bercampur dengan es, maka akan terjadi reaksi penurunan titik beku yang menyebabkan turunnya temperatur es. Reaksi ini membuat tabung menjadi lebih dingin dan tekstur adonan es krim menjadi lebih padat.   

Sebagai salah satu sajian pencuci mulut, es podeng masih sering hadir di acara pernikahan khususnya adat Betawi. Supaya lebih enak saat dinikmati, rasanya juga sudah dibuat semakin bervariasi, seperti seperti rasa durian atau alpukat. Apakah Anda tertarik mencicipi es tradisional yang satu ini?