Efek samping kesehatan karena duduk terlalu lama.

Sumber Gambar : Canva Pro

Penulis : Grace Kolin

Duduk adalah salah satu aktivitas yang cukup banyak dilakukan manusia dalam kesehariannya, misalnya saat menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer, meeting, belajar daring, makan siang, nonton TV di rumah, hingga duduk di kendaraan dalam perjalanan. Tanpa disadari, frekuensi duduk yang terlalu lama dapat menyebabkan efek samping bagi kesehatan.

Dilansir dari alodokter.com, duduk terlalu lama tidak hanya membuat otot dan sendi jadi lebih lemah serta kaku karena kurang aktif bergerak, namun juga dapat memperlambat metabolisme tubuh. Hal ini akan memicu penurunan kinerja tubuh dalam mengatur tekanan darah, menjaga kadar gula darah, serta memproses lemak, sehingga meningkatkan risiko terjadinya berbagai macam penyakit.

Selain efek samping di atas, masih ada lagi risiko kesehatan yang mengintai di balik aktivitas duduk terlalu lama, sebagaimana yang dilansir dari alodokter.com dan suara.com:

1. Sakit pinggang

Duduk terlalu lama dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang, terutama di bagian pinggang. Hal ini dapat meningkatkan risiko timbulnya hernia nukleus pulposus yang dapat menyebabkan nyeri kronis.

2. Perut buncit

Akibat duduk terlalu lama, produksi lipoprotein lipase yang berfungsi untuk mengolah lemak dan gula tubuh menjadi berkurang, sehingga menyebabkan lemak dalam tubuhmu menumpuk. Seseorang juga lebih berisiko terkena sindrom metabolik yang ditandai dengan kenaikan berat badan dan perut buncit.

3. Diabetes dan penyakit kardiovaskular

Terlalu lama duduk juga dapat menurunkan sensitivitas sel tubuh terhadap insulin, sehingga mengganggu penyerapaan gula darah ke dalam sel proses pembentukan gula menjadi energi. Alhasil, kondisi dapat memicu risiko penyakit diabetes tipe 2 serta penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke.

4. Dead Butt Syndrome

Orang yang duduk terlalu lama juga berisiko mengalami dead butt syndrome atau sindrom bokong mati rasa. Biasanya, orang yang menderita kondisi ini mengeluhkan bahwa setelah duduk berjam-jam, bokongnya terasa kebas hingga perih. Kemudian bagian punggung bawah, pinggul dan lututnya juga terasa sakit.

Lantas, berapa aturan waktu duduk dalam sehari? Menurut Gavin Bradley, direktur, Active Working, sebuah kelompok yang bertujuan mengurangi duduk yang berlebihan dan para ahli lainnya, rata-rata orang dewasa duduk selama 10 jam sehari, dengan delapan jam di tempat kerja dan dua jam di rumah. Dari jam kerja yang kebanyakan berdurasi delapan jam dalam kasus rata-rata, ada baiknya seseorang mengambil waktu minimal dua jam dari delapan jam untuk berdiri.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber