Sumber Gambar : carolinahardh.se
Penulis : Grace Kolin
Tumpukan makanan sisa yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan sejumlah dampak yang merugikan lingkungan. Mulai dari menyumbang emisi karbon hingga menyebabkan pemanasan global. Menyadari dampak negatif tersebut, kini sebagian orang atau pihak sudah mulai mengolah makanan sisanya sendiri. Ada yang menjadikan makanan sisanya sebagai pupuk, selai, acar, eco enzyme hingga produk yang unik seperti furnitur.
Inovasi ini dilakukan oleh Carolina Härdh, seorang desainer asal Swedia. Ia mengolah kembali makanan sisa menjadi aneka furnitur yang menarik seperti bangku dan meja serbaguna. Upaya Carolina ini berangkat dari keprihatinannya akan jumlah limbah makanan yang ada di negaranya. “Pada tahun 2018, terdapat sekitar 1,3 ton limbah makanan di Swedia dan ini memprihatinkan,” tulis Carolina dalam laman resminya, carolinahardh.se.
Untuk menciptakan koleksi furnitur yang ramah lingkungan ini, Carolina menggunakan bahan dari makanan sisa seperti tepung beras dan rumput laut. Ia juga bekerja sama dengan restoran lokal di kawasan Gothenburg untuk mendapatkan seluruh limbah makanan tersebut.
Sebelum diolah menjadi furnitur, limbah makanan tersebut harus melalui proses pengeringan dan penggilingan terlebih dahulu hingga bentuknya menyerupai semen. Kemudian, seluruh bahan itu dicampur dengan perekat alami yang juga terbuat dari sisa makanan hingga menyerupai adonan. Campuran dari seluruh bahan tersebut, nantinya akan dicetak dan dibentuk menjadi furnitur.
Meski terbuat dari sisa makanan, furnitur ciptaan Carolina juga tidak kalah kokoh dan kuat jika dibandingkan dengan furnitur dari bahan-bahan konvensional. Menariknya, furnitur ini juga mudah terurai karena terbuat dari bahan-bahan yang 100% alami.
Carolina masih belum bisa memperkirakan kapan furniturnya bisa terurai sepenuhnya di tanah. Namun ia berharap, lewat penanganan yang tepat, kehadiran furnitur dari makanan sisa ini dapat menjadi bukti nyata bahwa limbah makanan juga bisa menjadi sumber material yang berharga. Sebagai pelaku zero waste atau nol sampah, Carolina memanfaatkan seluruh bahan semaksimal mungkin tanpa meninggalkan sisa bahan yang terbuang sia-sia. Apabila masih terdapat sisa bahan, ia akan mengolah sisa bahan tersebut menjadi benda lain, seperti alas sumpit.
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber

