Penulis : Grace Kolin
Cut Salsabila Bahroem seorang mahasiswi asal kecamatan Medan Belawan, kota Medan, Sumatera Utara melirik peluang usaha dari limbah kulit kerang yang banyak dijumpai di pesisir pantai kecamatan Medan Belawan, kota Medan, Sumatera Utara. Ia berinovasi mengolah limbah kulit kerang jadi aneka kerajinan yang indah dan memiliki nilai ekonomi, seperti pin, kotak tisu, tas anyaman pandan dengan kulit kerang, hingga gantungan kunci.
“Awal mula saya membuat kerajinan pin kerang dikarenakan saya melihat sampah limbah kerang yang ada di daerah rumah saya. Ya udah, terus saya mulai mencari ide-ide, apasih yang bisa saya hasilkan dari produk-produk sampah limbah ini. Nah kemudian akhirnya saya mencoba berinovasi untuk membuat kerajinan pin kerang,” kata Cut.
Cut mengawali kreasi ini sejak tahun 2019 hingga sekarang. Untuk mengumpulkan bahan baku dari kreasinya ini, ia juga melibatkan warga setempat. Kulit kerang yang berhasil dikumpulkan warga di pinggir pantai kemudian diserahkan kepada Cut. Terkadang Cut memberikan upah kepada warga yang sudah bekerja keras mengumpulkan kerang.
Untuk membuat kreasi dari kulit kerang tidaklah begitu sulit. Pertama, kulit kerang dicuci hingga bersih dengan air mengalir. Kulit kerang yang sudah bersih kemudian diletakkan di atas kertas koran lalu jemur di bawah sinar matahari. Setelah kering, kulit kerang siap untuk diolah jadi berbagai kerajinan.
Dalam mengerjakan kreasi berbahan kulit kerang ini, Cut tidak sendiri. Ia juga dibantu oleh teman-temannya, salah satunya adalah Rika Ardina. Bagi Rika mengerjakan kerajinan berbahan kerang ini memiliki tantangan tersendiri. Apalagi bentuk kerang yang ia kreasikan juga beragam.
“Ya kesulitannya ada pada pas memikirkan, gimana ya motif yang akan dibuat, karena kerang-kerangnya banyak. Jadi sehingga sulit untuk memikirkannya gimana cara membuat motifnya gitu,” kata Rika. Dalam sehari, ia bisa membuat 10 sampai 15 pin kerang. Namun jika dikerjakan dua sampai tiga orang, mereka bisa menghasilkan 40 sampai 50 pin kerang.
Harga aneka kerajinan berbahan kulit kerang buatan Cut dan teman-temannya dibanderol dengan harga yang bervariasi, mulai dari 10 ribu hingga 100 ribu rupiah.

