by rahma - | 10 Feb 2024 | Rinai Hujan 'kan Berlalu
Saat mendengar Wu Pen terjatuh dan patah tangan, para lansia di atas pegunungan sangat cemas. Namun, Wu Pen sendiri merasa beruntung karena hanya tangan kirinya yang patah, bagian tubuh lainnya baik-baik saja. Setelah menjalani perawatan beberapa waktu di Taipei, Wu...
by rahma - | 9 Feb 2024 | Menggenggam Waktu
Yi-ze menderita kanker tiroid stadium 4. Dia ingin mengadakan acara perpisahan sebelum meninggal. Di acara tersebut, dia melamar istrinya untuk menjadi istrinya lagi di kehidupan...
by rahma - | 9 Feb 2024 | Rinai Hujan 'kan Berlalu
Wu Pen merasa sangat kehilangan A Man, teman baiknya dalam hidup, sekaligus teman baiknya dalam menjalankan Tzu Chi. Wu Pen terus menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa menemani A Man di saat terakhirnya dan tidak memperhatikan kondisi A Man yang sudah tidak baik...
by rahma - | 8 Feb 2024 | Rinai Hujan 'kan Berlalu
Setelah diizinkan bekerja di luar selama beberapa waktu, anak Su-zhen yang bernama Yu-xuan, akhirnya bisa berpikiran terbuka. Dia merasa tidak mungkin melakukan pekerjaan itu selamanya dan menjalani kehidupan seperti itu. Karena itu, dia bertekad mengikuti ujian ulang...
by rahma - | 7 Feb 2024 | Rinai Hujan 'kan Berlalu
Kakek Qiu yang tinggal di atas pegunungan akhirnya bersedia membuka hatinya untuk menerima Wu Pen dan insan Tzu Chi lainnya. Dahulu Kakek Qiu pernah dibohongi orang dan uangnya dibawa kabur, maka dia sangat waspada dan tidak percaya pada orang asing. Namun, melihat...
by rahma - | 6 Feb 2024 | Rinai Hujan 'kan Berlalu
Pascatopan, Wu Pen dan insan Tzu Chi lainnya terus mencurahkan perhatian dan membagikan nasi kotak hangat bagi para warga. Berkat usaha semuanya, kondisi Shuangxi sangat cepat kembali seperti dahulu. Hanya saja, berhubung di atas pegunungan ada banyak para lansia yang...