Sumber Gambar : Canva Pro
Penulis : Grace Kolin
Pernikahan merupakan salah satu momen penting dalam kehidupan. Untuk itu menggelar momen istimewa ini, dibutuhkan persiapan yang matang. termasuk persiapan secara finansial. Hal ini dikarenakan, pernikahan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sayangnya, saat ini masih banyak orang yang ragu atau bahkan ketakutan untuk menikah karena memikirkan besarnya gaji yang mereka miliki. Apakah impian untuk pernikahan tetap dapat diwujudkan meski gaji yang diterima tidak begitu besar atau setara Upah Minimum Regional (UMR)? Tentu bisa.
Walaupun bergaji UMR, bukan berarti seseorang tidak dapat melangsungkan pernikahan. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan dana nikah di tengah kondisi gaji UMR, seperti yang dirangkum dari laman cekaja.com dan economy.okezone.com:
1. Memiliki Target Tabungan dan Komitmen
Tips menabung untuk dana nikah meski bergaji UMR yang pertama adalah, pasangan harus memiliki target tabungan. Dengan menargetkan tabungan modal nikah, pasangan akan terpacu untuk selalu menabung hingga mencapai nominal yang ditargetkan.
2. Membuat Rincian Anggaran Pernikahan
Tips menabung untuk dana nikah selanjutnya adalah membuat rincian anggaran pernikahan. Hal tersebut juga dilakukan, agar tidak ada kebutuhan pernikahan yang terlewatkan dalam persiapan pernikahan. Untuk mengetahui berapa standar anggaran tiap kebutuhan, pasangan dapat melakukan survei anggaran pernikahan mulai dari sekarang. Seperti berapa biaya sewa gedung, dekorasi, catering, rias pengantin, dan lainnya. Bahkan, untuk jumlah undangan harus ditetapkan dan juga dimasukan di catatan anggaran pernikahan.
3. Menyisihkan 20% Dana dari Gaji
Berapa kira-kira dana yang harus disisihkan setiap bulannya agar tips menabung untuk dana nikah berhasil? Dengan komitmen dan kekonsistenan, pasangan bisa menyisihkan setidaknya 20% dari gaji UMR mereka setiap bulannya selama dua tahun.
Misalnya, target dana nikah suatu pasangan adalah Rp50 juta. Sebut saja UMR gaji suatu pasangan setiap bulannya adalah Rp4,2 juta. Sisihkan sebesar 20% kemudian dikalikan dua selama dua tahun. Hasilnya adalah Rp40.320.000. Meski belum mencapai target seperti yang diharapkan di awal, setidaknya tabungan ini sudah bisa mencukupi beberapa kebutuhan. Sisanya, pasangan bisa mendapatkan dana tambahan dari dari dana lain seperti THR atau penghasilan sampingan.
4. Memiliki Rekening Khusus Dana Modal Nikah
Tips menabung untuk dana nikah yang mungkin sering dilakukan banyak pasangan masa kini adalah memiliki rekening khusus dana nikah. Jika target tabungan yang dibutuhkan sudah diketahui, langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah membuka tabungan khusus untuk dana pernikahan. Pastikan untuk tidak menyamakan rekening gaji dengan dana pernikahan, karena hal tersebut akan membuat dana tercampur. Dengan memiliki rekening tabungan khusus, pasangan juga akan terbantu untuk selalu mengingatkan, bahwa mereka memiliki sebuah komitmen dan tujuan awal dalam menabung.
5. Mencari penghasilan tambahan
Mengumpulkan dana nikah juga dapat dilakukan dengan mencari penghasilan tambahan. Selain untuk mencukupi kebutuhan pernikahan, penghasilan ekstra tersebut juga dapat digunakan sebagai dana darurat, contohnya jika tiba-tiba ada tambahan tamu undangan, tambahan biaya untuk sewa gudang, denda perubahan atau pembatalan dan biaya lainnya. Penghasilan tambahan dapat dihasilkan dari bekerja paruh waktu (part time), bekerja lepas waktu (freelance) atau membangun usaha sampingan. Sesuaikan pekerjaan tersebut dengan jam kerja.
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber

