Ilustrasi: Anak yang kecanduan media sosial dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, baik dari sisi kesehatan anak, maupun sosial. (Foto/Canva).
Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi kehidupan sosial anak-anak. Terbatasnya mobilitas mereka selama di rumah saja membuat anak-anak mengakses internet lebih lama.
Berdasarkan hasil survei Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2018 menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia sebesar 64,8 persen atau 171,17 juta pengguna. Pengguna internet terbanyak adalah anak berusia 15-19 tahun, yakni sebanyak 91 persen.
Dilansir Detik.com, dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. Kristiana Siste, SP.Kj (K) menyampaikan bahwa kecanduan internet di indonesia selama pandemi corona meningkat lima kali lipat.
Kecanduan internet pada remaja naik hingga 19,3 persen. Dari 2.933 responden remaja di 33 Provinsi di Indonesia yang dilakukan riset, 59 persen diantaranya menggunakan internet selama 11,6 jam per hari.
Salah satu dampak negatif penggunaan internet pada anak adalah kecanduan media sosial. Ayoe Sutomo, dalam acara Kumpul Keluarga DAAI TV menjelaskan bagaimana sosial media mempengaruhi kondisi psokologis anak.
“Kecanduan media sosial terjadi ketika anak tidak bisa mengakses sosial media dalam waktu yang singkat, sehingga anak melakukan segala cara untuk bisa terhubung ke sosial media.” ujar Ayoe
juga menambahkan bahwa anak yang kecanduan sosial media akan merasa gelisah dan tidak nyaman apabila tidak membuka sosial media. Hal ini dilakukan secara intens, sehingga bisa mengganggu aktivitas sehari harinya.
Dilansir Detik.com, dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. Kristiana Siste, SP.Kj (K) menyampaikan bahwa kecanduan internet di indonesia selama pandemi corona meningkat lima kali lipat.
Kecanduan internet pada remaja naik hingga 19,3 persen. Dari 2.933 responden remaja di 33 Provinsi di Indonesia yang dilakukan riset, 59 persen diantaranya menggunakan internet selama 11,6 jam per hari.
Dampak Negatif Kecanduan Sosial Media Pada Anak
Rasa jenuh, kesepian, stres, dan lelah seringkali menjadi faktor penyebab anak mengakses sosial media terlalu lama berselancar di internet.
Pengguna sosial media pun tidak sepenuhnya melakukan hal baik, banyak cyber crime yang mengancam anak, seperti predator anak, cyberbully, pembobol akun (hacker), penyebar berita bohong (hoaks), penipuan menggunakan akun palsu, dan lain-lain.
Adapun dampak negatif kecanduan media sosial pada anak, baik dari sisi kesehatan, maupun sosial. Diantaranya
- Gangguan Hiperaktivitas dan Pemusatan perhatian ( ADHD )
- Gangguan emosi dan perilaku
- Gangguan kecemasan dan depresi
- Phobia sosial
- Gangguan Obsesif-kompulsif
- Conduct Disorder
- Gangguan pengendalian Impuls
- Percobaan bunuh diri
Cara Mencegah dan Mengatasi Kecanduan Internet Pada Anak:
Banyak orang tua yang ragu membiarkan anaknya mengakses media sosial. Padahal sosial memiliki peran penting selama masa pandemi ini. Agar anak tidak kecanduan media sosial, terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan orang tua.
- Perbanyak sosialisasi dan aktivitas fisik di kehidupan nyata
- Pilih aplikasi dan media sosial yang akan diakses, lebih baik gunakan media sosial hanya untuk menghubungi orang terdekat
- Batasi durasi penggunaan media sosial
- Mengawasi dan mendampingi anak dalam mengakses media sosial
- Orang tua tidak memberikan contoh buruk seperti bermain media sosial terlalu lama
- Ajarkan anak untuk bertanggung jawab dan menjaga privasi di sosial media
Peran penting orang tua sangat dibutuhkan untuk membantu anak menjadi penjelajah dunia maya yang cerdas dalam menggunakan media sosial dengan baik.
NR
Referensi
Detik.com. (5 Agustus 2020). Kecanduan Internet di RI Meningkat Lima Kali Lipat Selama Pandemi. Diakses pada 29 September 2021, dari https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5121236/kecanduan-internet-di-ri-meningkat-lima-kali-lipat-selama-pandemi-corona
