Sumber Gambar : Canva Pro
Penulis : Grace Kolin
Sejak ribuan tahun, madu sudah dikenal dengan berbagai khasiat dan telah dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan obat-obatan dalam peradaban manusia. Kini, madu juga masih tetap digandrungi, terutama untuk memberikan rasa manis yang menyehatkan pada makanan dan minuman. Dilansir dari health.detik.com, pada dasarnya madu lebih sehat dibandingkan dengan gula. Ini dikarenakan takaran glukosa dan fruktosa pada madu lebih rendah dari dengan gula.
Gula memiliki 50% fruktosa dan 50% glukosa sementara madu mengandung 40% fruktosa dan 30% glukosa. Dari segi indeks glikemik, gula juga memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi daripada madu. Artinya, gula dapat meningkatkan kadar gula darah lebih cepat dibandingkan dengan madu. Beberapa faktor inilah membuat madu masih tetap diminati dan mudah dijumpai di pasaran.
Diantara banyaknya madu yang beredar luas secara bebas di pasaran, terdapat madu asli dan madu palsu. Madu asli adalah madu yang 100 persen dihasilkan dari nektar yang dihisap oleh lebah madu. Madu ini dihasilkan hanya dari produksi lebah madu dan sama sekali tidak dicampur dengan bahan lainnya. Sedangkan madu palsu, atau yang biasanya dikenal dengan madu oplosan merupakan madu yang sudah ditambahkan dengan bahan sintetis seperti fruktosa, sukrosa, dan lain-lain.
Kandungan bahan sintetis pada madu tentu dapat mengurangi khasiat dari madu. Tak hanya mengurangi khasiat, tambahan bahan sintetis ini juga dapat memberikan efek samping bagi kesehatan. Melansir dari laman liputan6.com, madu palsu jika dikonsumsi oleh masyarakat bisa menyebabkan berbagai macam penyakit seperti diabetes, kencing manis dan kegemukan.
Agar terhindar dari efek samping madu palsu, ada beberapa tes yang dapat dilakukan untuk membedakan madu palsu dengan madu asli menurut laman Sehatq.com:
1. Tes ibu jari
Letakkan sedikit madu di ibu jari. Perhatikan, apakah tetesan madu menyebar ke permukaan lainnya? Jika hal ini terjadi, madu yang dibeli kemungkinan tidak murni. Ciri-ciri madu asli memiliki tekstur yang kental serta tidak berair. Selain itu, madu asli memiliki tekstur lengket. Sehingga ketika menyentuh apapun, madu asli akan menempel dan tidak menetes.
2. Tes air
Ambil madu dengan sendok teh dan tuangkan ke dalam gelas berisi air. Perhatikan, madu palsu akan larut dalam kandungan air, sementara madu asli akan menjadi gumpalan dan mengendap di bagian bawah gelas ketika bercampur ke dalam air.
3. Tes kain putih dan kertas blotting
Tuangkan satu sendok madu ke atas kain putih atau kertas blotting. Madu palsu cenderung akan menembus kain atau kertas hingga meninggalkan noda. Sedangkan madu asli tidak menembus kain atau kertas, bahkan tidak meninggalkan noda.
4. Uji panas
Jika madu murni dipanaskan, maka teksturnya akan berubah menjadi karamel dan tidak berbusa. Akan tetapi, jika madu palsu dipanaskan, teksturnya tidak berubah dan hanya memanas layaknya air.
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber
