Pohon mati yang rawan tumbang

Penulis: Grace Kolin

Berdasarkan pengamatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), seluruh wilayah Indonesia akan diguyur hujan lebat di akhir tahun 2022 dan awal Tahun Baru 2023. Perkiraan ini menjadi peringatan untuk masyarakat Indonesia untuk mewaspadai dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya risiko bencana, termasuk salah satunya bencana pohon tumbang.

Meski terdengar sepele, bencana pohon tumbang bisa mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas, kerugian harta benda, hingga timbulnya korban jiwa. Beberapa hari lalu, bencana pohon tumbang di Bali merenggut nyawa seorang pengemudi mobil pikap. Mobil yang dikendarainya tertimpa pohon yang tumbang jenis palem dengan diameter kurang lebih 30 sentimeter (23/12).

Ada banyak faktor yang menyebabkan pohon tumbang, seperti faktor angin kencang, usia pohon yang sudah tua, batang pohon yang keropos, ranting dan daun pohon yang sudah tumbuh lebat, hingga akar pohon yang lemah.

Agar terhindar dari bencana pohon tumbang yang rawan terjadi di musim hujan, ada beberapa langkah antisipasi yang bisa dilakukan, salah satunya dengan mengindetifikasi ciri-ciri pohon yang sudah mati. Meski tidak semua pohon yang mati akan tumbang karena masih memiliki bagian akar yang jauh menghujam ke tanah, namun kondisi pohon ini tetap rawan untuk tumbang. Dilansir dari laman kompas.com, berikut adalah ciri-cirinya:

  • Memiliki cabang yang rapuh.
  • Ada lubang yang menganga di batang pohon.
  • Batang dan ranting-ranting pohon ditumbuhi jamur.
  • Akar pohon yang sudah membusuk. Hal ditandai dengan keberadaan jamur yang mencuat di atas permukaan tanah.
  • Daun di dekat cabang utama pohon gugur.
  • Pohon tampak miring.

Itulah ciri-ciri pohon yang sudah mati dan berpotensi untuk tumbang. Tetaplah waspada dalam melewati atau berteduh di bawah pepohonan kala musim hujan. Tujuannya agar meminimalisir kerugian materil maupun immateril.