Orang tua membagikan aktivitas anaknya di media sosial.

Sumber Gambar : Canva Pro

Penulis : Grace Kolin

Kemajuan teknologi membuat sebagian besar masyarakat semakin familiar media sosial. Tidak terkecuali bagian terkecil dari masyarakat itu sendiri, yaitu keluarga. Pemandangan anak-anak yang menjadi objek konten juga menjadi hal yang biasa dijumpai di media sosial, seperti konten kelahiran bayi, perayaan ulang tahun anak, dan lain sebagainya. Dilansir dari laman magdalene.co, aktivitas ini dinamakan dengan sharenting, akronim dari sharing dan parenting.

Menurut penelitian “Elaborating Motive and Psychological Impact of Sharenting in Milenial Parents” pada tahun 2020 oleh Eva Latipah dkk, selain ingin membagikan momen kebersamaan dan tumbuh kembang anak, orang tua memanfaatkan media sosial untuk mendapatkan dukungan dari sesama orang tua, contohnya diskusi mengenai topik parenting, berbagi pengalaman dan sumber, serta dukungan emosional dalam menghadapi stres, kecemasan atau depresi.

Tentu orang tua memiliki hak dan kebebasan untuk melakukan sharenting. Namun di tengah sifat dunia maya yang memiliki jangkauan yang luas dan tidak terbatas ruang dan waktu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam melakukan sharenting. Terlebih dalam posisi anak yang rentan karena belum bisa memberikan persetujuan atas konten yang dibagikan orang tuanya. Orang tua perlu mengutamakan keselamatan anak di dunia maya, agar kegiatan sharenting yang tadinya ditujukan dengan maksud baik tidak berakhir mengancam privasi dan keselamatan anak.

Dilansir dari Instagram @kemenkominfo, data anak mudah sekali dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Karena itu pada dasarnya, menjaga privasi anak sama pentingnya dengan memberikan jaminan rasa aman bagi tumbuh kembang anak. Berikut tujuh hal yang sebaiknya dilakukan untuk melindungi anak di media sosial, antara lain:

  • Tidak mengumbar data pribadi anak
  • Tidak memposting foto/video anak tanpa busana
  • Batas membagikan informasi atau hal sensitive lainnya tentang anak
  • Hindari posting kartu identitas anak dan sejenisnya
  • Hati-hati saat berbagi informasi tentang aktivitas anak
  • Hati-hati saat mencantumkan lokasi di postingan
  • Atur audiens/privasi sosial media sebelum membagikan

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber