Penulis : Grace Kolin
Limbah rumah tangga yang kerap diabaikan dan terbuang percuma, kini dapat ditukar untuk berbelanja bahan kebutuhan pokok. Inovasi ini dirasakan warga Kota Bogor yang datang berbelanja ke Warung Seribu Cinta atau yang disingkat dengan WSC. Minimarket yang diperuntukan untuk warga prasejahtera ini didirikan oleh organisasi sosial Salam Aid dan mulai dibuka sejak pertengahan Juli 2022 lalu.
Bahan pokok yang tersedia di minimarket ini dapat dibeli dengan hanya menukarkan limbah anorganik seperti kardus, botol plastik, botol beling, kaleng, limbah bekas, dan limbah lainnya. Sebelum berbelanja, warga terlebih dahulu harus mendaftar dan membuat kartu Salam Connect Card di Bank Sampah Salam Aid.
Layaknya sebuah bank, warga yang menabung sampah di bank sampah ini akan memperoleh sejumlah poin atau saldo yang nantinya dapat ditukarkan dengan berbagai bahan pokok di WSC. “Misalnya minyak itu 14 poin, untuk gula pasir itu 12 poin, kemudian untuk bahan yang lain kayak terigu dan lain sebagainya itu ada yang enam poin bahkan ada yang empat poin,” terang Direktur Salam Aid, Luthfi Kurnia.
Tak hanya dapat dipakai untuk berbelanja di Warung Seribu Cinta, warga Kota Bogor juga dapat menggunakan saldo dari Bank Sampah Salam Aid untuk berobat di Rumah Sehat Salam Walagri yang letaknya tak jauh dari WSC. Rumah sehat ini dilengkapi dengan keberadaan dokter umum, apotek dan apoteker.
Bagi warga yang belum menabung ke Bank Sampah Salam Aid, mereka juga bisa membawa langsung sampah rumah tangganya langsung ke rumah sehat ini untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Erlisa, salah satu warga Kota Bogor yang berobat di rumah sehat ini mengaku senang karena ia bisa memeriksa kondisi kesehatan sekaligus memperoleh obat untuk menyembuhkan penyakit radang dan tensi darahnya yang sedang tinggi hanya dengan membawa limbah anorganik.
“Sangat bagus sekali dan sangat membantu sekali. Kalau sampah kan ada manfaatnya kan, dibawa kesini terus pun kita berobat juga bisa juga disini, baguslah buat kita-kita semua. Apalagi orangtua gitu. Dan sampah pun tidak terbuang percuma,” ujar Erlisa.
Lewat program ini, Salam Aid berharap, mereka dapat mendorong masyarakat terutama masyarakat prasejahtera untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Melalui sampah-sampah yang terkumpul, lingkungan bisa jadi lebih bersih dan warganya pun jadi sehat, sehingga mereka dapat melakukan apapun untuk aktivitas ekonominya.

