Penulis : Akbar Fauzi

Editor : Grace Kolin

Sapari dan sang ibu yakni Sapinah, merupakan warga Ulee Tui, Aceh Besar. Sapinah adalah sosok ibu yang tegar menjalani hidup dan sangat menyayangi anaknya, terutama Sapari. Sapari merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Ia terlahir secara normal, namun ketika lahir ia mengalami kelainan saraf sehingga tubuhnya menjadi lemas dan kaku. 

Karena kelainan saraf, aktivitas yang dilakukan Sapari jadi terbatas. Ia hanya bisa duduk dan sulit untuk berkomunikasi. “Lemah, badannya lemah. Tidak ada yang bisa dilakukan, kain disediakan tidak bisa dipakai, ambil kain panjang, kain sarung, dililit, baru bisa kita pegang. Kalau tidak, tunduk saja dia,” ujar Sapinah.

Sebelum pandemi Covid-19 melanda, Sapari dan ibunya sempat berjualan sayuran di pasar Penayong, Banda Aceh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Dengan keterbatasan yang dimiliki Sapari, Sapinah tidak mengajarkan untuk mengemis, melainkan untuk tetap berusaha sendiri. Salah satunya dengan berjualan.

Kebijaksanaan inilah yang menciptakan karma baik bagi Sapari dan Ibu Sapinah, sehingga mereka dapat bertemu dengan relawan Tzu Chi Banda Aceh yang sedang mengadakan bakti sosial. Sapari dan ibunya terpilih menjadi salah satu penerima bantuan di kelurahan Ulee Tui, Darul Imarah, Aceh Besar. Setiap bulannya Sapinah menerima sembako cinta kasih dari relawan Tzu Chi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga jalinan kasih ini akan menjadi inspirasi bagi siapa saja untuk terus menebarkan kebaikan tanpa membedakan.