batas aman pada penggunaan earphone.

Sumber Gambar : Canva Pro

Penulis : Grace Kolin

Earphone adalah salah satu gadget yang populer digunakan manusia, baik dalam menunjang aktivitas atau sekadar menikmati hiburan. Dengan earphone, seseorang dapat mendengar suara yang lebih jelas tanpa terganggu oleh suara bising di sekitarnya. Kelebihan yang dimiliki earphone terkadang membuat seseorang jadi betah menggunakan gadget ini berlama-lama hingga tanpa sadar menyetel volume earphone-nya terlalu kencang.

Tanpa adanya batas aman dalam penggunaan earphone, seseorang dapat mengalami beberapa dampak buruk. Dikutip dari Power of positivity, menggunakan earphone terlalu lama dapat membuat seseorang berpotensi mengalami vertigo hingga berkurangnya fokus dan pendengaran.

Sementara menurut studi lain dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penggunaan perangkat earphone dengan volume suara terlalu kencang telah menyebabkan hampir 50 persen penduduk berusia antara 12-35 tahun mengalami penurunan pendengaran.

Meski terkesan sepele, penggunaan earphone juga ada baiknya disertai dengan batas aman. Lantas, berapa lama waktu ideal penggunaan earphone? Dilansir dari klikdokter.com, tips aman menggunakan earphone adalah dengan menerapkan trik 60/60, yaitu hindari mendengarkan musik lebih dari 60 menit per hari dan atur volume earphone sebesar 60 persen dari volume maksimal. Perlu diketahui, kekuatan suara lebih dari 85 dB (setara dengan suara buldoser) dapat memengaruhi pendengaran.

Selain memerhatikan cara pakai earphone yang aman, seseorang juga dapat memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung omega-3 dan vitamin D untuk mencegah timbulnya gangguan pendengaran. Contoh makanan nabati yang kaya omega-3 adalah sayuran hijau seperti kale, bayam dan rumput laut, sementara contoh makanan nabati yang mengandung vitamin D adalah jamur, tahu, dan susu kedelai.

Tidak hanya omega-3 dan vitamin D, mencukupi nutrisi lain seperti asam folat juga sangat bagus untuk menurunkan risiko kehilangan pendengaran. Nutrisi ini paling sering ditemukan pada asparagus, bayam, kacang polong, brokoli, telur, hingga kacang-kacangan.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber