Sumber Gambar : Canva Pro
Penulis : Grace Kolin
Bernapas adalah aktivitas yang penting dalam menjamin kelangsungan hidup manusia. Jika tidak bernapas, otak manusia akan mengalami kerusakan, dan akhirnya meninggal. Karena itu, bernapas adalah aktivitas yang sangat esensial dalam kehidupan manusia.
Sayangnya, ada beberapa penyakit tertentu yang menyebabkan aktivitas bernapas pada manusia jadi terganggu atau tidak maksimal. Salah satunya adalah apnea tidur atau sleep apnea. Menurut laman alodokter.com, sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang terhenti sementara selama beberapa kali saat sedang tidur.
Kondisi ini tentu sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan tubuh jadi kekurangan oksigen. Selain itu, orang dengan sleep apnea juga akan tetap merasa mengantuk setelah tidur lama. Jika diabaikan, gangguan tidur ini dapat meningkatkan risiko penderitanya mengalami komplikasi, seperti:
- Sakit kepala berkepanjangan
- Gangguan fungsi organ hati
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Diabetes tipe 2
- Sindrom metabolik
- Penyakit jantung
- Depresi
Selain beberapa komplikasi tersebut, sleep apnea dapat menurunkan performa penderitanya dalam bekerja atau belajar. Gangguan tidur ini juga bahkan dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan saat berkendara karena penderitanya mengantuk.
Menurut laman tersebut, ada tiga faktor yang menyebabkan sleep apnea:
- Central sleep apnea
Central sleep apnea terjadi ketika otak tidak dapat mengirimkan sinyal dengan baik ke otot yang mengatur pernapasan.
- Obstructive sleep apnea
Obstructive sleep apnea terjadi ketika otot di belakang tenggorokan terlalu rileks, sehingga membuat saluran pernapasan menyempit atau menutup saat menarik napas.
- Complex sleep apnea
Sleep apnea jenis ini merupakan perpaduan dari central sleep apnea dan obstructive sleep apnea.
Pengobatan sleep apnea tergantung pada kondisi pasien dan tingkat keparahan sleep apnea-nya. Sleep apnea yang ringan dapat ditangani secara mandiri, seperti dengan berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol, menurunkan berat badan, dan mengubah posisi tidur menjadi menyamping atau tengkurap. Apabila kondisinya sudah cukup parah, sleep apnea perlu mendapat penanganan medis, antara lain dengan terapi khusus ataupun operasi.
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber

