Bahaya di balik star syndrom atau sindrom bintang.

Sumber Gambar : Canva Pro

Penulis : Grace Kolin

Memiliki popularitas terkadang bisa membuat seseorang jadi lupa diri. Tidak jarang pula popularitas juga bisa menyebabkan seseorang mengalami star syndrome atau sindrom bintang. Sindrom ini umumnya menghinggapi orang-orang yang memiliki ketenaran seperti selebritas. Beberapa selebritas tanah air mengaku pernah mengalami sindrom ini, seperti Daniel Mananta hingga komedian Marshel Widianto.

Tidak hanya selebritas, orang dengan pekerjaan apa pun juga dapat mengalami star syndrome. Dilansir hellosehat.com, biasanya, orang yang mengalami sindrom ini memiliki gejala seperti berikut:

  • Lebih mementingkan diri sendiri secara berlebihan (egois).
  • Melebih-lebihkan prestasi dan bakat.
  • Selalu disibukkan dengan fantasi mengenai kesuksesan, prestasi yang cemerlang, kecantikan, atau kehidupan yang sempurna.
  • Merasa berhak menerima kekaguman yang berlebihan dari orang lain.
  • Berharap diakui sebagai bintang bahkan tanpa pencapaian apa pun.
  • Merasa diri paling hebat, lebih unggul dari yang lain, dan hanya dapat bergaul dengan orang yang setara dengannya.
  • Memercayai bahwa orang lain merasa iri dengan kesempurnaan dirinya.
  • Berperilaku angkuh dan merasa paling benar.
  • Memandang rendah orang lain.
  • Cenderung memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan yang diinginkannya.
  • Ketidakmampuan untuk mengenali kebutuhan dan perasaan orang lain.

Mengutip dari gaya.tempo.co, faktor lingkungan menjadi salah satu faktor yang mendorong seseorang terkena star syndrome sejak masa kanak-kanak. Misalnya karena dimanja oleh orangtua semasa kecil atau karena pengaruh opini publik yang membuat dirinya jadi takut mengecewakan orang lain ataupun merasa tidak dihargai.

Ada beberapa yang dapat dilakukan untuk menghidari sindrom ini menurut intisari.grid.id:

  • Yakini bahwa segala film dan berita selebriti dirancang hanya untuk hiburan saja dan tidak wajib untuk diteladani.
  • Membiasakan diri selalu rendah hati.
  • Yakini bahwa setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing.
  • Ketika kelebihan yang dimiliki tersaingi oleh orang lain. Yakini bahwa Anda masih memiliki peluang yang lain untuk tetap bertahan dalam kehidupan ini.
  • Perbanyak referensi tentang kehidupan dari berbagai strata sosial. Termasuk para tokoh hebat yang tetap rendah hati.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber