Penulis : Grace Kolin
Di balik gerak-geriknya yang lucu dan menghibur, badut merupakan salah satu profesi yang tidak begitu populer dan masih dianggap sebelah mata. Sehingga tidak banyak masyarakat yang mau menggeluti profesi ini. Namun bagi Komunitas Aku Badut Indonesia atau biasa disingkat ABI, profesi badut adalah profesi yang amat berarti.
Mereka tidak hanya berkarya, namun juga memiliki misi untuk membantu anak-anak yang kurang mampu serta memberikan penghiburan kepada anak-anak pengidap kanker. Misi ini bermula dari obrolan iseng kelima founder ABI mengenai kegiatan sosial. Berangkat dari obrolan itu, mereka pun memutuskan untuk memberikan suatu kebahagiaan untuk anak-anak Indonesia.
“Concern kita yang yatim piatu, penderita kanker, atau kita sebutnya pejuang kanker, kalau penderita kanker kita lebih kayak gak enak ya. Kita sebutnya pejuang kanker. Jadi mereka yang berjuang menahan rasa sakit, kita hibur untuk mereka,” kata Dedy, founder ABI.
Untuk dapat membantu mereka yang kesusahan, ABI yang beranggotakan 12 orang ini memanfaatkan berbagai kesempatan untuk menggalang dana dari masyarakat, salah satunya pada saat car free day. Selain itu, mereka juga memanfaatkan ruangan di sebelah mall di bilangan Jakarta Selatan sebagai tempat operasional, sekaligus sebagai wadah untuk menggalang kepedulian masyarakat. “Kita pengen bahagiain anak-anak Indonesia yang kurang beruntung, makanya kita datang-datang ke yayasan-yayasan untuk menghibur mereka,” ujar Paoel, founder ABI lainnya.
Program lain yang juga dijalani komunitas ini adalah memberikan layanan bermain dan membaca buku untuk anak-anak. Melalui karya yang mereka hasilkan, ABI berharap mereka dapat membantu sesama yang membutuhkan.

