Kaligrafi Tiongkok

Kunjungan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Tzu Chi Hospital (Foto: Arimami Suryo A.)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong peningkatan pelayanan kesehatan, dengan membuka kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk rumah sakit (RS). Hal ini, dilakukan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang semakin memadai.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengunjungi Tzu Chi Hospital, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Jumat (3/3).

Pada kunjungan kedua kali ini, Menkes Budi meninjau langsung transformasi pelayanan kesehatan pascapandemi di Tzu Chi Hospital. Penjelasan transformasi ini, disampaikan langsung oleh Direktur Utama Tzu Chi Hospital Gunawan Susanto.

Di dalam paparannya, Gunawan membeberkan beberapa layanan utama yang ada di Tzu Chi Hospital. Di antaranya pelayanan kesehatan, transplantasi sumsum tulang, pusat kanker berdasarkan teknologi nuklir, serta pusat layanan rawat pasien paliatif yang dilengkapi dengan sarana medis berteknologi tinggi.

Pada kesempatan tersebut, Menkes Budi memuji upaya investasi alat dan tenaga kesehatan terampil yang dilakukan oleh Tzu Chi Hospital. Pasalnya, upaya ini sejalan dengan program transformasi pelayanan kesehatan yang dijalankan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Menurutnya, kekurangan alat kesehatan di fasilitas kesehatan bisa saja terjadi. Untuk itu, pemenuhan alat dan tenaga kesehatan oleh fasilitas RS sangat penting.

“Khusus untuk Tzu Chi Hospital saya dukung 100%,” ujar Menkes Budi dikutip dalam tayangan YouTube DAAI Magazine, Selasa (7/3).

Menkes Budi memaparkan, berdasarkan data Kemenkes ada sebanyak 600 ribu Warga Negara Indonesia (WNI) yang pergi berobat ke luar negeri dan menghabiskan anggaran sekitar USD6 miliar.

Alasan utama yang mendorong mereka berobat ke luar negeri, adalah tidak tersedianya pelayanan kesehatan yang sesuai di daerah tempat mereka tinggal.

“Untuk data terakhir, saya lihat ada sekitar 1,2 juta atau 1,4 juta orang pergi (berobat) ke luar negeri dan menghabiskan biaya sampai USD11 miliar,” kata Budi.

Maka dari itu, transformasi pelayanan kesehatan yang dihadirkan oleh Tzu Chi Hospital dirasa mampu mengatasi masalah kesehatan yang ada saat ini.

Harapannya, pelayanan kesehatan yang ada di Tzu Chi Hospital bisa membantu pemerintah menekan angka kematian kanker di Indonesia yang berjumlah 234.511 jiwa (data Globocan 2020).

“Jadi, begitu Tzu Chi Hospital mmebangun RS semegah ini, dengan investasi alat-alat kanker seperti radioterapi, itu membuat saya senang. Artinya layanan kesehatan yang sangat sulit didapat itu jadi lebih banyak bisa disediakan oleh pemerintah, negara, dan swasta,” jelas Menkes Budi.

Selain dukungan alat kesehatan yang baik, lanjut Menkes Budi, nantinya pemerintah juga dapat menyediakan tenaga dokter spesialis yang mumpuni di dalam negeri.

Pasalnya, menurut Menkes Budi saat ini masalah besar yang dihadapi oleh fasilitas kesehatan dalam negeri, adalah kurangnya tenaga dokter spesialis.

Untuk itu, pemerintah melalui Kemenkes terus berusaha membuat program untuk mempercepat dan memperbanyak dokter spesialis di Indonesia.

“Beberapa caranya, baik dengan memberikan 2.500 beasiswa pendidikan per tahun maupun mengajak dokter-dokter di Indonesia untuk mau belajar dari dokter-dokter di luar negeri atau tetangganya, sehingga ilmu mereka lebih cepat maju,” kata Budi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Tzu Chi Hospital Gunawan Susanto menyampaikan, pihaknya juga akan terus melengkapi harapan dari pemerintah.

Khususnya dalam menyediakan akses pelayanan kesehatan yang memadai, seperti layanan transplantasi sumsum tulang pertama di Indonesia yang disediakan Tzu Chi Hospital. Dengan demikian, pasien tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.

“Kami sangat senang karena Kemenkes memberikan dukungan untuk pemenuhan pelayanan kesehatan. Apalagi, transplantasi sumsum tulang itu sangat dibutuhkan oleh pasien di dalam negeri. Pasien di Indonesia itu banyak yang berobat ke luar negeri dan menghabiskan biaya sangat tinggi, kalau (transplantasi sumsum tulang) diadakan di dalam negeri, artinya biayanya bisa lebih ringan,” tutup Gunawan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: