Penulis : Grace Kolin

Di usianya yang tidak lagi muda, Sri Piwelas tak sekalipun menyia-nyiakan waktunya untuk berbuat kebaikan. Perempuan yang akrab disapa Sri ini dikenal sebagai pekerja sosial masyarakat di lingkungan Pademangan Barat, Jakarta Utara. Ia sempat menjadi pendamping bagi para pasien kanker di sekitar lingkungannya. Kini, Sri fokus pada kegiatan sosial lainnya.

Setiap harinya perempuan lima puluh empat tahun ini melakukan pengembangan dan pelatihan kepada masyarakat yang ingin membuka UMKM sebagai mata pencaharian mereka. Disini, ia membagikan keterampilan membuat kue dan memfasilitasi warga untuk memperoleh bantuan seperti bantuan modal usaha dalam bentuk alat-alat pengolahan kue.

Tak hanya aktivitas sosial, Sri juga melakukan gerakan sadar sampah dengan mendorong masyarakat untuk aktif menabung di Bank Sampah Cipta Mandiri. Lewat bank sampah ini, masyarakat dapat menukarkan sampah anorganik seperti plastik, kardus, besi, botol kaca dan lainnya nantinya dapat ditukarkan jadi uang dan ditabung.

“Kalau kita bagi hasil satu buku, dua RW kan susah. Jadi saya bilang sama di Bank Sampah Perisai Satu dampingan saya, bu saya mandiri saja ya di RW 14, gapapa. Akhirnya bilang sama pendampingan yang dengan Indofood, bagus bu, cari lokasi, nanti diajuin, ibu buat tempat gitu. Nah saya bikin langsung diajuin gitu. Ibu ini dipake jualan sembako apa buat bank sampah? atau buat yang lain? Nggak saya bank sampah saja,” kata Sri.

Aksi sosial Sri Piwelas disambut baik oleh masyarakat sekitar lingkungannya, ditambah sebagai pekerja sosial, Sri juga dikenal sebagai sosok yang jujur dalam memanfaatkan dana bantuan dari pemerintah.

“Memang dia sosok ibu yang luar biasa, dia disini di warga RW 014 ini sebagai RT ya bu. Dari RT 006 dan kebetulan sendiri saya pun warga dari ibu Sri Piwelas, dia selalu memberikan saran-saran yang positif dan terbaik untuk warganya apabila warganya membutuhkan sesuatu. Atau membutuhkan pendamping gitu. Dia selalu siap untuk mendampingi warganya,” ucap Neneng, salah satu warga setempat.

Suka duka dirasakan Sri selama menjadi seseorang yang aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Terkadang ia masih mendengar tanggapan miring tentang aktivitasnya. Namun, tanggapan semacam itu itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus membantu masyarakat di wilayahnya.

“Iya ada sih yang namanya manusia ya, ada rasa capek. Tapi kalau saya diam itu kayaknya tambah ini ya. Jadi semangat kita untuk menyadarkan yang lain itu, terus saya sendiri jangan sampai berhenti gitu. Harus maju terus ya. Kayaknya harus tambah semangat,” jawab Sri.

Setiap manusia berhak memaknai arti hidupnya di dunia, seperti Sri Piwelas yang memiliki kesempatan untuk membantu sesama manusia, bagi Sri berkesempatan untuk menolong lebih banyak manusia adalah sebuah kesempatan hidup yang nilainya tidak dapat dibandingkan dengan nilai materi apapun.