Sumber gambar: DNK TV UIN Jakarta
5. Morrissa Tjokro
Tesla merupakan perusahaan startup mobil listrik asal Amerika Serikat. Selain mengembangkan teknologi ramah lingkungan, mobil listrik Tesla juga sukses mengembangkan sistem swakendali pada mobilnya yang dikenal dengan fitur Autopilot, sistem kemudi otonom ini sangat canggih hingga hampir seluruh kendali kemudi kendaraan dilakukan oleh komputer.
Dibalik sistem kecerdasan buatan yang sangat canggih itu ada sentuhan tangan dingin Moorissa Tjokro, sosok perempuan asal Indonesia. Ia berprofesi di perusahaan Tesla sebagai Autopilot Software Engineer alias insinyur perangkat lunak Autopilot. Pekerjaan yang dilakukan Moorissa bukanlah pekerjaan yang mudah. Setiap hari ia ditugasi untuk mengevaluasi perangkat lunak Autopilot atau fitur Full-Self-Driving. Ia juga menguji langsung fitur tersebut di mobil dan mencari cara untuk meningkatkan kinerjanya.
6. Ni Nengah Widiasih
Sejak kecil Ni Nengah Widiasih melakukan segala aktivitasnya di kursi roda karena kedua kakinya mengalami kelumpuhan. Namun dengan semangat dan kerja keras selama ini, Widi menjadi atlet para-powerlifting andalan Indonesia di berbagai kompetisi internasional, termasuk di Paralimpiade Tokyo 2020. Lifter Indonesia ini menyumbangkan medali perak dari cabang para-angkat berat.
Sumber gambar: CNN Indonesia
Selain berprestasi di Paralimpiade Tokyo 2020, Widi juga memiliki 20 prestasi lainnya yang tak kalah membanggakan, baik di kancah nasional maupun di kancah mancanegara.
Sumber gambar: Suara Indonesia News
7. dr. Mawarti Arumi
Prihatin dengan fenomena masyarakat kalangan menengah ke bawah yang sulit mengakses pelayanan kesehatan karena tingginya biaya kesehatan kesehatan, membuat dr. Mawarti memadukan profesinya sebagai Dokter Umum dengan keahlian sang suami dalam mengelolah sampah menjadi barang yang berguna untuk membuka Klinik pengobatan di Desa Baruga, Sulawesi Tenggara.
Di tempat ini, masyarakat yang datang tidak perlu cemas dengan tinggi biaya pengobatan, sebab bagi pasien yang ingin berkonsultasi soal kesehatan ataupun berobat, cukup membayar dengan sampah rumah tangga.
8. Tini Kasmawati
Tini Kasmawati adalah seorang wanita tuna netra asal Kampung Cimaranginan, Jawa Barat. Ia mengabdikan diri sebagai penjaga Owa jawa di Hutan dekat tempat tinggalnya. Pengabdian itu dilakukan Tini sejak 2014 silam. Setiap harinya Ia menempuh perjalanan sekitar satu kilometer untuk bertemu dengan Owa jawa. Menggunakan tongkat kayu, Tini menyambangi koloni Owa jawa untuk
Sumber gambar: Media Indonesia
memberinya makan, dikarenakan habitat Owa jawa di Lengkong tak lagi menyediakan sumber makanan alami yang cukup. Rutinitas itu ia lakukan di sela profesinya berjualan kopi. Tini tak mau Owa jawa turun ke pemukiman untuk mencari makan. Apalagi sempat ada Owa jawa yang mati terkena aliran listrik PLN saat mencari makan dekat pemukiman. Dibalik keterbatasannya, Tini memiliki impian untuk membangun kawasan konservasi Owa jawa di Kecamatan Lengkong, Jawa Barat.
