Penulis : Grace Kolin

Indonesia kaya akan berbagai suku bangsa. Mengutip dari situs Indonesia.go.id, menurut sensus penduduk BPS (Badan Pusat Statistik) pada 2010, ada lebih dari 300 kelompok suku bangsa di Indonesia, yang jika dirinci terdapat sekitar 1.340 suku bangsa di Indonesia.

Di antara ribuan suku bangsa di Indonesia, ada suku Betawi. Umumnya, suku ini menempati wilayah Jakarta dan sekitarnya. Nama Betawi sendiri berasal dari kata Batavia yang seiring dengan waktu, berubah menjadi Batavi, Batawi, kemudian “Betawi” hingga saat ini. Suku ini memiliki warisan budaya tak benda yang khas. Warisan Budaya Tak Benda merupakan bagian dari peninggalan kebudayaan yang memiliki nilai penting sejarah ilmu pengetahuan, teknologi atau seni. Berikut 6 Warisan Budaya Tak Benda dari Suku Betawi yang dirangkum oleh program @Jakarta DAAI TV.

1. Gasing

Gasing merupakan salah satu permainan tradisional masyarakat Betawi. Selain terkenal dengan nama gasing mainan yang terbuat dari kayu ini juga dikenal dengan nama tangkalan atau panggal. Meski terbuat dari kayu, namun tidak semua jenis kayu bisa dibuat menjadi gasing. Biasanya kayu yang digunakan untuk membuat gasing adalah kayu yang mudah diukir atau dibentuk, seperti kayu asam, kayu mahoni, kayu nangka atau kayu waru.

Cara memainkan gasing tidak terlalu sulit. Cukup lilitkan tali pada paku yang ada pada gasing. Kemudian lemparkan gasing pada arena dengan cara menarik tali dengan cepat dan kencang hingga gasing berputar dengan seimbang

 2. Golok Betawi

Selanjutnya ada golok Betawi. Sejak dulu masyarakat Betawi sudah akrab dengan golok dalam kehidupan sehari-hari. Peranan golok dalam keseharian masyarakat Betawi terbagi menjadi dua kepentingan, yaitu golok kerja dan golok simpanan atau sorenan. Golok kerja biasa digunakan untuk mempermudah pekerjaan seperti memotong, membelah, meruncingkan kayu dan lainnya. Sementara golok simpanan adalah golok yang hanya dipergunakan pada saat tertentu. Biasanya golok simpanan difungsikan sebagai pemotong, aksesoris dan perlindungan.

 3. Asinan Betawi

Kuliner yang sehat dan segar ini sudah dikenal luas sebagai salah satu warisan budaya Betawi tak benda. Sajian berupa sayur-mayur atau buah-buahan yang disiram kuah kacang serta ditambah kerupuk yang renyah. Asinan Betawi dapat dijadikan cemilan segar atau makanan yang mengenyangkan.

 4. Sayur Godog Betawi

Sayur godog merupakan olahan yang terbuat dari buah pepaya muda. Sayur yang satu ini mirip dengan sayur lodeh atau sayur babanci khas Betawi. Biasanya sayur yang satu ini banyak ditemukan pada saat hari raya dan dimakan bersama ketupat. Sayur Godog Betawi memiliki cita rasa yang gurih dengan campuran santan yang kental.

 5. Khatam Qur’an

Khatam Qur’an merupakan upacara menyambut tamatnya seorang anak mempelajari cara-cara membaca Al-Qur’an pada masyarakat Betawi. Upacara ini juga biasa disebut dengan tamat Al’Quran.

6. Pencak Silat Saka

Seni beladiri Saka atau Pencak Silat Saka menjadi warisan budaya tak benda asal Betawi. Seni bela diri ini merupakan perpaduan antara olah tubuh dan budaya tradisional yang berfokus pada gerak seni.  Seni bela diri yang sudah dikenal sejak tahun 1970-an ini merupakan warisan budaya bangsa dari para leluhur Gerak Saka. Seni beladiri Saka mencerminkan nilai-nilai hidup berupa keberanian, keteguhan serta seni tubuh pada masyarakat Betawi.