{"id":94779,"date":"2023-12-22T11:04:59","date_gmt":"2023-12-22T04:04:59","guid":{"rendered":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/?p=94779"},"modified":"2023-12-22T11:05:13","modified_gmt":"2023-12-22T04:05:13","slug":"pecahkan-rekor-dunia-ibu-ini-donasikan-asi-untuk-ribuan-bayi-prematur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/pecahkan-rekor-dunia-ibu-ini-donasikan-asi-untuk-ribuan-bayi-prematur\/","title":{"rendered":"Pecahkan Rekor Dunia, Ibu Ini Donasikan ASI untuk Ribuan Bayi Prematur"},"content":{"rendered":"<p>[et_pb_section fb_built=&#8221;1&#8243; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; width=&#8221;100%&#8221; width_tablet=&#8221;100%&#8221; width_phone=&#8221;100%&#8221; width_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; max_width=&#8221;100%&#8221; collapsed=&#8221;off&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_row admin_label=&#8221;Artikel Layout&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_image alt=&#8221;Kaligrafi Tiongkok&#8221; title_text=&#8221;Elisabeth Anderson-Sierra Foto dari Guinness World Records&#8221; force_fullwidth=&#8221;on&#8221; admin_label=&#8221;Foto&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; border_radii=&#8221;on|10px|10px|10px|10px&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; src=&#8221;https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Elisabeth-Anderson-Sierra-Foto-dari-Guinness-World-Records.jpg&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;][\/et_pb_image][et_pb_text admin_label=&#8221;Keterangan Foto&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Lato|300|||||||&#8221; text_font_size=&#8221;16px&#8221; custom_margin=&#8221;-5px||25px||false|false&#8221; custom_margin_tablet=&#8221;-5px||25px||false|false&#8221; custom_margin_phone=&#8221;-20px||30px||false|false&#8221; custom_margin_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; custom_padding=&#8221;|0px|||false|false&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; text_font_size_tablet=&#8221;&#8221; text_font_size_phone=&#8221;14px&#8221; text_font_size_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<\/p>\n<p>Elisabeth Anderson-Sierra (Foto: Guinness World Records)<\/p>\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_text admin_label=&#8221;Paragraf&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_size=&#8221;20px&#8221; text_line_height=&#8221;1.6em&#8221; header_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; header_2_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; header_2_font_size=&#8221;30px&#8221; header_6_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; custom_padding=&#8221;|0px||||&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; text_font_tablet=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_phone=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; text_font_size_tablet=&#8221;&#8221; text_font_size_phone=&#8221;16px&#8221; text_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; header_2_font_size_tablet=&#8221;30px&#8221; header_2_font_size_phone=&#8221;25px&#8221; header_2_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; border_radii=&#8221;on|10px|10px|10px|10px&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<\/p>\n<p><strong>Elisabeth Anderson-Sierra (35) memecahkan rekor dunia sebagai seorang ibu yang memberikan ASI ke ribuan anak dan bayi prematur.<\/strong><\/p>\n<p>Elisabeth adalah seorang ibu dari tiga orang anak yang tinggal di Aloha, Oregon, Amerika Serikat. Ia telah memberikan ASI kepada ribuan anak, bahkan membantu menyelamatkan nyawa bayi-bayi yang lahir prematur.<\/p>\n<p>Mengutip dari situs <em>Guinness World Record<\/em>s, Elisabeth mencetak rekor donasi ASI terbesar setelah menyumbangkan 1.599,68 liter ASI ke bank ASI, antara 20 Februari 2015 dan 20 Juni 2018.<\/p>\n<p>&#8220;Ini hanya untuk ASI yang saya sumbangkan ke bank ASI antara tahun 2015 dan 2018. Tidak termasuk semua ASI yang disumbangkan ke ratusan keluarga di seluruh dunia,&#8221; ujar Elisabeth dikutip dalam keterangannya, Jumat (22\/12).<\/p>\n<p>Selama sembilan tahun terakhir, Elisabeth telah mendonorkan ASI kepada keluarga lokal dan penerima di seluruh dunia dan memperkirakan jumlah total ASI yang didonorkan mencapai lebih dari 35.000 kg.<\/p>\n<p>&#8220;Mampu membalikkan keadaan dalam berbagai cerita yang berbeda adalah segalanya bagi saya. Inilah hal-hal yang menjadi fokus saya. Ini adalah hal-hal positif dan mengapa saya terus melakukan apa yang saya lakukan,&#8221; kata Elisabeth.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-94785 alignnone size-full\" src=\"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/elisabeth-sierra-anderson-with-her-gwr-certificate_tcm25-755379.png\" alt=\"\" width=\"684\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/elisabeth-sierra-anderson-with-her-gwr-certificate_tcm25-755379.png 684w, https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/elisabeth-sierra-anderson-with-her-gwr-certificate_tcm25-755379-480x316.png 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 684px, 100vw\" \/><\/p>\n<p><strong>Kisah Elisabeth Menyelamatkan Bayi<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu kisah Elisabeth menyelamatkan bayi, adalah saat dirinya berada di Puerto Rico bersama suaminya setelah Badai Maria menghantam, pada bulan September 2017.<\/p>\n<p>&#8220;Suami saya orang Puerto Rico dan kami pergi ke Puerto Rico setelah Badai Maria. Tentu saja, saya memompa ASI selama berada di sana. Kami berada di sana selama lebih dari seminggu dan seperti yang bisa Anda bayangkan, saya mengumpulkan banyak ASI,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Tak lama, Elisabeth segera menemukan seorang bayi yang membutuhkan bantuan darinya. Bayi bernama Joaquin yang berusia tiga bulan, lahir secara prematur dan kehilangan ibunya karena komplikasi persalinan.<\/p>\n<p>Joaquin tidak tumbuh dengan baik dengan susu formula. Untuk itu ayahnya telah membeli ASI dari bank ASI di Amerika Serikat dan mengirimkannya ke Puerto Rico.<\/p>\n<p>Tentunya Ayah Joaquin perlu merogoh kocek hingga jutaan rupiah per hari untuk mengirimkan ASI dari AS ke rumahnya,<\/p>\n<p>Elisabeth pun tergerak untuk bisa memberi bantuan lebih banyak bagi Joaquin. Akhirnya, Elisabeth menghubungi Ayah Joaquin dan rutin mengirimkan ASI ke Puerto Rico untuk Joaquin.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-94783 alignnone size-full\" src=\"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/elisabeth-sierra-anderson-storing-her-breast-milk-in-the-fridge_tcm25-755377.png\" alt=\"\" width=\"684\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/elisabeth-sierra-anderson-storing-her-breast-milk-in-the-fridge_tcm25-755377.png 684w, https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/elisabeth-sierra-anderson-storing-her-breast-milk-in-the-fridge_tcm25-755377-480x316.png 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 684px, 100vw\" \/><\/p>\n<p><strong>Menderita Sindrom Langka<\/strong><\/p>\n<p>Elisabeth mampu mendonorkan banyak ASI akibat mengalami sindrom hiperlaktasi, yakni suatu kondisi yang membuat ASI melimpah karena produksi ASI yang meningkat melebihi kebutuhan bayi.<\/p>\n<p>Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko berlebihnya produksi dan pengeluaran ASI. Di antaranya kadar hormon prolaktin yang sangat tinggi (hiperprolaktinemia), jumlah kelenjar susu pada payudara terlalu banyak, riwayat konsumsi obat-obatan yang bisa meningkatkan produksi ASI, riwayat mengonsumsi <em>booster<\/em> ASI dalam jumlah yang berlebihan, hingga terlalu sering memompa atau mengeluarkan ASI.<\/p>\n<p>&#8220;Tubuh saya menghasilkan banyak hormon yang disebut prolaktin dan itulah yang mendorong produksi ASI,&#8221; kata Elisabeth.<\/p>\n<p>Namun, itu bukan satu-satunya alasan Elisabeth bisa menghasilkan begitu banyak ASI. Salah satu pendukung utama Elisabeth adalah peralatan pompa ASI yang bisa memberikan hasil maksimal.<\/p>\n<p>Elisabeth pun bekerja sama dengan sebuah perusahaan pompa ASI untuk membantu membuat perjalanan menyusui lebih mudah bagi para ibu menyusui.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-94782 alignnone size-full\" src=\"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/elisabeth-sierra-andersons-store-of-breast-milk_tcm25-755376.png\" alt=\"\" width=\"684\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/elisabeth-sierra-andersons-store-of-breast-milk_tcm25-755376.png 684w, https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/elisabeth-sierra-andersons-store-of-breast-milk_tcm25-755376-480x316.png 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 684px, 100vw\" \/><\/p>\n<p>Elisabeth mengaku, dampak dari hiperlaktasi sangat menghancurkan bagi Elisabeth. Ia kerap merasa kesulitan untuk menempelkan pompa ASI ke dinding atau tetap diam saat memompa ASI.<\/p>\n<p>Namun, terlepas dari ketidaknyamanan karena harus memompa secara teratur, Elisabeth bangga dengan apa yang dapat ia lakukan untuk orang lain.<\/p>\n<p>Elisabeth mengatakan, ia tidak membiarkan ASI-nya terbuang percuma, sehingga semua ASI-nya akan selalu digunakan atau disumbangkan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-94784 alignnone size-full\" src=\"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/elisabeth-sierra-anderson-using-breast-pumps_tcm25-755378.png\" alt=\"\" width=\"684\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/elisabeth-sierra-anderson-using-breast-pumps_tcm25-755378.png 684w, https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/elisabeth-sierra-anderson-using-breast-pumps_tcm25-755378-480x316.png 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 684px, 100vw\" \/><\/p>\n<p><strong>Ingin Berhenti Memproduksi ASI<\/strong><\/p>\n<p>Elisabeth sempat mengutarakan keinginannya untuk berhenti memompa ASI. Menurutnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi produksi prolaktin.<\/p>\n<p>&#8220;Salah satu pilihan yang tersedia bagi saya, adalah menggunakan obat untuk memerangi hormon prolaktin yang diproduksi secara berlebihan oleh tubuh saya,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Pilihan lain yang telah dijajaki Elisabeth dengan para profesional kesehatan, adalah kemungkinan mastektomi ganda untuk mengangkat semua jaringan kelenjar yang memproduksi ASI.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan mengangkat semua jaringan itu, tubuh saya tidak akan memproduksi ASI lagi. Tidak akan ada lagi saluran ASI. Namun, ada risiko tumbuhnya jaringan payudara tambahan karena hormon-hormon yang masih mengalir dalam tubuh saya,&#8221; jelas Elisabeth.<\/p>\n<p>Namun, saat itu belum tiba. Sementara itu, Elisabeth berniat untuk terus memompa dan mengatakan bahwa ia tidak pernah menyangka bahwa ia akan mendapatkan gelar dari Guinness World Records dan merasa terhormat menjadi pemegang rekor ini.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sangat berharap dengan memecahkan rekor ini dan berbagi cerita saya akan menormalkan berbagi ASI,&#8221; tutup Elisabeth.<\/p>\n<p>[\/et_pb_text][brbl_post_grid include_categories=&#8221;861&#8243; order_by=&#8221;rand&#8221; post_count=&#8221;4&#8243; content_padding=&#8221;0px|30px|0px|30px|false|false&#8221; title_spacing_top=&#8221;0px&#8221; title_spacing_bottom=&#8221;10px&#8221; column_count=&#8221;2&#8243; column_gap_x=&#8221;0px&#8221; column_gap_y=&#8221;13px&#8221; show_avatar=&#8221;off&#8221; show_excerpt=&#8221;off&#8221; show_author=&#8221;off&#8221; show_date=&#8221;off&#8221; content_bg_color=&#8221;RGBA(255,255,255,0)&#8221; post_padding_tablet=&#8221;&#8221; post_padding_phone=&#8221;&#8221; post_padding_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; content_padding_last_edited=&#8221;off|phone&#8221; column_count_tablet=&#8221;2&#8243; column_count_phone=&#8221;1&#8243; column_count_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; column_gap_x_tablet=&#8221;0px&#8221; column_gap_x_phone=&#8221;0px&#8221; column_gap_x_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; title_text_color=&#8221;#000000&#8243; title_line_height=&#8221;1.3em&#8221; custom_margin=&#8221;|-20px||-20px|false|false&#8221; custom_margin_tablet=&#8221;|-20px||-20px|false|false&#8221; custom_margin_phone=&#8221;|-20px||-20px|false|false&#8221; custom_margin_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; custom_padding=&#8221;||||false|false&#8221; title_font_size_tablet=&#8221;&#8221; title_font_size_phone=&#8221;16px&#8221; title_font_size_last_edited=&#8221;on|tablet&#8221; title_line_height_tablet=&#8221;1.3em&#8221; title_line_height_phone=&#8221;1.3em&#8221; title_line_height_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; border_width_all_content=&#8221;0px&#8221; border_style_all_content=&#8221;none&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][\/brbl_post_grid][et_pb_text admin_label=&#8221;Judul Video&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_size=&#8221;20px&#8221; text_line_height=&#8221;1.6em&#8221; header_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; header_2_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; header_2_font_size=&#8221;30px&#8221; header_6_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; custom_margin=&#8221;50px||||false|false&#8221; custom_padding=&#8221;|0px||||&#8221; text_font_tablet=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_phone=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; text_font_size_tablet=&#8221;&#8221; text_font_size_phone=&#8221;16px&#8221; text_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; header_2_font_size_tablet=&#8221;30px&#8221; header_2_font_size_phone=&#8221;25px&#8221; header_2_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;]<\/p>\n<h3>Simak Video Pilihan di Bawah Ini:<\/h3>\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_code _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/jmuK19dlgtE?si=VH99YVYbM2CYsrpa\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>[\/et_pb_code][et_pb_code _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;]<iframe loading=\"lazy\" style=\"border: none; overflow: hidden;\" src=\"https:\/\/www.facebook.com\/plugins\/like.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fdaaitvindonesia&#038;width=450&#038;layout=standard&#038;action=like&#038;size=large&#038;share=false&#038;height=35&#038;appId=2187618734841213\" width=\"450\" height=\"35\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe>[\/et_pb_code][\/et_pb_column][\/et_pb_row][\/et_pb_section]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Elisabeth Anderson-Sierra (35) memecahkan rekor dunia sebagai seorang ibu yang memberikan ribuan liter ASI ke ribuan anak dan bayi prematur di seluruh dunia.<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":94781,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":""},"categories":[1100,861],"tags":[8548,8547,8546,4968,8550,8549],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94779"}],"collection":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94779"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94779\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94788,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94779\/revisions\/94788"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/media\/94781"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94779"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94779"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94779"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}