{"id":93692,"date":"2023-11-24T11:29:24","date_gmt":"2023-11-24T04:29:24","guid":{"rendered":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/?p=93692"},"modified":"2023-11-24T11:29:30","modified_gmt":"2023-11-24T04:29:30","slug":"inspiratif-guru-ini-bangun-sekolah-gratis-dari-hasil-berjualan-sapu-ijuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/inspiratif-guru-ini-bangun-sekolah-gratis-dari-hasil-berjualan-sapu-ijuk\/","title":{"rendered":"Inspiratif! Guru Ini Bangun Sekolah Gratis dari Hasil Berjualan Sapu Ijuk"},"content":{"rendered":"<p>[et_pb_section fb_built=&#8221;1&#8243; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; width=&#8221;100%&#8221; width_tablet=&#8221;100%&#8221; width_phone=&#8221;100%&#8221; width_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; max_width=&#8221;100%&#8221; collapsed=&#8221;off&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_row admin_label=&#8221;Artikel Layout&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_image alt=&#8221;Kaligrafi Tiongkok&#8221; title_text=&#8221;Ahmad Jamaludin via YouTube Mimpi Jadi Nyata&#8221; force_fullwidth=&#8221;on&#8221; admin_label=&#8221;Foto&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; border_radii=&#8221;on|10px|10px|10px|10px&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; src=&#8221;https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Ahmad-Jamaludin-via-YouTube-Mimpi-Jadi-Nyata.jpg&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;][\/et_pb_image][et_pb_text admin_label=&#8221;Keterangan Foto&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Lato|300|||||||&#8221; text_font_size=&#8221;16px&#8221; custom_margin=&#8221;-5px||25px||false|false&#8221; custom_margin_tablet=&#8221;-5px||25px||false|false&#8221; custom_margin_phone=&#8221;-20px||30px||false|false&#8221; custom_margin_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; custom_padding=&#8221;|0px|||false|false&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; text_font_size_tablet=&#8221;&#8221; text_font_size_phone=&#8221;14px&#8221; text_font_size_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<\/p>\n<p>Ahmad Jamaludin membuat sekolah dengan modal berjualan sapu (Foto: YouTube Mimpi Jadi Nyata)<\/p>\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_text admin_label=&#8221;Paragraf&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_size=&#8221;20px&#8221; text_line_height=&#8221;1.6em&#8221; header_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; header_2_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; header_2_font_size=&#8221;30px&#8221; header_6_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; custom_padding=&#8221;|0px||||&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; text_font_tablet=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_phone=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; text_font_size_tablet=&#8221;&#8221; text_font_size_phone=&#8221;16px&#8221; text_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; header_2_font_size_tablet=&#8221;30px&#8221; header_2_font_size_phone=&#8221;25px&#8221; header_2_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; border_radii=&#8221;on|10px|10px|10px|10px&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<\/p>\n<p><strong>Ahmad Jamaludin mendirikan SMP Islam Terpadu (IT) Pancuh Tilu dan PAUD Karang Muda di Cianjur, Jawa Barat, menggunakan uang dari hasil berjualan sapu ijuk.<\/strong><\/p>\n<p>Ahmad yang tinggal di Desa Jayagiri, Kec. Sindangbarang, Kab. Cianjur, mendirikan sekolah gratis ini pada tahun 2020 lalu.<\/p>\n<p>Ahmad menjelaskan, di desanya sudah ada Sekolah Dasar (SD) yang bisa memfasilitasi anak-anak untuk belajar.<\/p>\n<p>Namun, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), para murid harus menempuh jarak 3 km dengan melewati jalan yang rusak.<\/p>\n<p>Untuk itu, Ahmad bertekad untuk memberikan pendidikan gratis bagi murid di desanya agar tidak perlu mengenyam pendidikan dengan jarak yang jauh.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-93695 alignnone size-full\" src=\"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Ahmad-Jamaludin.jpeg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Ahmad-Jamaludin.jpeg 854w, https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Ahmad-Jamaludin-480x270.jpeg 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 854px, 100vw\" \/><\/p>\n<p><strong>Awal Mula Membangun Sekolah<\/strong><\/p>\n<p>Ahmad bercerita, saat itu dirinya sudah menjadi tenaga pengajar honorer di SD Budi Bakti lebih dari 10 tahun. Demi memenuhi tuntutan ekonomi yang semakin tinggi, Ahmad pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari sekolah dan pergi merantau.<\/p>\n<p>\u201cDi perantauan itu saya itu bekerja sebagai kuli bangunan. Di sana saya itu berpikir bahwa saya harus pulang dan mengumpulkan uang,\u201d ujar Ahmad dikutip dari kanal YouTube Mimpi Jadi Nyata, Jumat (24\/11).<\/p>\n<p>Ahmad pun terinspirasi dari perajin ijuk yang ia temui di perantauan. Setelah itu, Ahmad berpikir untuk menguasai keterampilan baru di rumah agar tidak perlu lagi keluar dari sekolah.<\/p>\n<p>Setelah mengumpulkan cukup uang di perantauan sebagai kuli bangunan dan pemulung besi, Ahmad bisa pulang dan memiliki modal untuk membuat produk sapu ijuk sendiri yang ia beri nama Dua Sahabat.<\/p>\n<p>Dibantu warga sekitar, akhirnya Ahmad bisa mendapatkan uang dengan produk sapu ijuknya sendiri. Di dalam sehari, Ahmad bahkan bisa membuat sampai 100 buah sapu ijuk.<\/p>\n<p>Ahmad menjual produk tersebut dengan harga Rp8.000 per sapu. Perinciannya, dana Rp4.000 ia gunakan kembali sebagai modal membuat sapu, sedangkan keuntungan Rp4.000 ia kumpulkan untuk membangun sekolah.<\/p>\n<p>Ahmad sendiri memang mencintai dunia pendidikan dan ingin mengabdikan dirinya untuk mengajar anak-anak. Namun, karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan, Ahmad akhirnya lebih memilih untuk membuat yayasan agar ada lebih banyak anak yang melanjutkan sekolah ke jenjang SMP.<\/p>\n<p>\u201cSetelah setahun berjalan, saya mendirikan yayasan, membuat izin operasional, sampai akhirnya mendirikan SMP dan PAUD. Alhamdulillah dengan produk ini saya bisa sampai ke sini,\u201d kata Ahmad.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Proses Pembangunan Sekolah<\/strong><\/p>\n<p>Proses pembangunan SMP IT Pancuh Tilu dilakukan Ahmad dengan secara mencicil. Awalnya, Ahmad membangun satu kelas yang sekarang digunakan untuk PAUD.<\/p>\n<p>Barulah kemudian Ahmad membangun tiga kelas tambahan yang sekarang digunakan untuk SMP IT Pancuh Tilu.<\/p>\n<p>\u201cKetika saya jualan sapu saya sisihkan untuk beli mebelnya, alat-alatnya, saya sisihkan lagi buat pekerjanya dan itu pelaksanaannya secara mencicil. Alhamdulillah sekarang ini SMP IT Pancuh Tilu punya 3 kelas, cuma yang 1 ruangan itu multifungsi, yaitu saya gunakan untuk ruang ibadah juga ruang ngaji dan ruang kelas,\u201d kata Ahmad.<\/p>\n<p>Untuk membangun sekolah, Ahmad menggunakan material kayu dan <em>Glass Reinforced Concrete<\/em> (GRC) yang merupakan material campuran dari beton dan serat kaca.<\/p>\n<p>Meski demikian, saat ini tempat tinggal Ahmad belum memiliki sumur dan toilet umum, bahkan hanya sedikit warga yang memiliki fasilitas MCK dan akses ke air bersih.<\/p>\n<p>\u201cDana BOS memang tidak mencukupi untuk kebutuhan sekolah. Hanya cukup untuk menggaji guru saja dan operasional yang lainnya,\u201d jelas Ahmad.<\/p>\n<p>Saat ini, ada 13 tenaga pengajar yang mengabdikan dirinya di SMP IT Pancuh Tilu dan PAUD Karang Muda.<\/p>\n<p>Sementara itu, jumlah murid di SMP IT Pancuh Tilu saat ini sudah mencapai 76 orang dengan 10 orang di antaranya menginap.<\/p>\n<p>Tidak hanya menyediakan sekolah gratis, Ahmad juga menyediakan tempat tinggal untuk beberapa murid yang kurang mampu.<\/p>\n<p>\u201cSiswa yang menginap, bahkan makannya itu berasnya ditangung saya sendiri dan untuk lauk pauknya hasik produksi sapu ijuk tadi,\u201d aku Ahmad.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-93694 alignnone size-full\" src=\"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Ahmad-Jamaludin-membuat-sapu.jpeg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Ahmad-Jamaludin-membuat-sapu.jpeg 854w, https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Ahmad-Jamaludin-membuat-sapu-480x270.jpeg 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 854px, 100vw\" \/><\/p>\n<p><strong>Penjualan Sapu Ijuk<\/strong><\/p>\n<p>Tidak hanya warga sekitar, pembuatan sapu ijuk ini juga melibatkan para murid sekolah. Menurut Ahmad, anak-anak yang ikut memproduksi sapu ijuk diberi upah Rp1.000 untuk setiap sapu yang mereka buat.<\/p>\n<p>Di dalam sehari, para murid menghabiskan waktu 1-2 jam untuk membuat sapu dan bisa mendapatkan upah sampai Rp20.000.<\/p>\n<p>Ahmad mengajarkan keterampilan ini kepada siswa agar mereka bisa membeli keperluan sekolah dan membantu ekonomi keluarganya.<\/p>\n<p>\u201cKetika saya nggak semangat, ketika ke sekolah lihat anak-anak, alhamdulillah saya jadi semangat kembali,\u201d tutup Ahmad.<\/p>\n<p>[\/et_pb_text][brbl_post_grid include_categories=&#8221;861&#8243; order_by=&#8221;rand&#8221; post_count=&#8221;4&#8243; content_padding=&#8221;0px|30px|0px|30px|false|false&#8221; title_spacing_top=&#8221;0px&#8221; title_spacing_bottom=&#8221;10px&#8221; column_count=&#8221;2&#8243; column_gap_x=&#8221;0px&#8221; column_gap_y=&#8221;13px&#8221; show_avatar=&#8221;off&#8221; show_excerpt=&#8221;off&#8221; show_author=&#8221;off&#8221; show_date=&#8221;off&#8221; content_bg_color=&#8221;RGBA(255,255,255,0)&#8221; post_padding_tablet=&#8221;&#8221; post_padding_phone=&#8221;&#8221; post_padding_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; content_padding_last_edited=&#8221;off|phone&#8221; column_count_tablet=&#8221;2&#8243; column_count_phone=&#8221;1&#8243; column_count_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; column_gap_x_tablet=&#8221;0px&#8221; column_gap_x_phone=&#8221;0px&#8221; column_gap_x_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; title_text_color=&#8221;#000000&#8243; title_line_height=&#8221;1.3em&#8221; custom_margin=&#8221;|-20px||-20px|false|false&#8221; custom_margin_tablet=&#8221;|-20px||-20px|false|false&#8221; custom_margin_phone=&#8221;|-20px||-20px|false|false&#8221; custom_margin_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; custom_padding=&#8221;||||false|false&#8221; title_font_size_tablet=&#8221;&#8221; title_font_size_phone=&#8221;16px&#8221; title_font_size_last_edited=&#8221;on|tablet&#8221; title_line_height_tablet=&#8221;1.3em&#8221; title_line_height_phone=&#8221;1.3em&#8221; title_line_height_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; border_width_all_content=&#8221;0px&#8221; border_style_all_content=&#8221;none&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][\/brbl_post_grid][et_pb_text admin_label=&#8221;Judul Video&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_size=&#8221;20px&#8221; text_line_height=&#8221;1.6em&#8221; header_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; header_2_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; header_2_font_size=&#8221;30px&#8221; header_6_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; custom_margin=&#8221;50px||||false|false&#8221; custom_padding=&#8221;|0px||||&#8221; text_font_tablet=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_phone=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; text_font_size_tablet=&#8221;&#8221; text_font_size_phone=&#8221;16px&#8221; text_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; header_2_font_size_tablet=&#8221;30px&#8221; header_2_font_size_phone=&#8221;25px&#8221; header_2_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;]<\/p>\n<h3>Simak Video Pilihan di Bawah Ini:<\/h3>\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_code _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ZlUy7AqRB1Q?si=H0Y6aAfjoIuGifId\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>[\/et_pb_code][et_pb_code _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;]<iframe loading=\"lazy\" style=\"border: none; overflow: hidden;\" src=\"https:\/\/www.facebook.com\/plugins\/like.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fdaaitvindonesia&#038;width=450&#038;layout=standard&#038;action=like&#038;size=large&#038;share=false&#038;height=35&#038;appId=2187618734841213\" width=\"450\" height=\"35\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe>[\/et_pb_code][\/et_pb_column][\/et_pb_row][\/et_pb_section]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ahmad Jamaludin mendirikan SMP Islam Terpadu (IT) Pancuh Tilu dan PAUD Karang Muda di Cianjur, Jawa Barat, menggunakan uang dari hasil berjualan sapu ijuk.<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":93693,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":""},"categories":[1100,861],"tags":[8296,8300,8301,8292,796,8298,8299,2236,8297],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93692"}],"collection":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=93692"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93692\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93699,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93692\/revisions\/93699"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/media\/93693"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=93692"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=93692"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=93692"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}