{"id":88000,"date":"2023-06-15T11:10:26","date_gmt":"2023-06-15T04:10:26","guid":{"rendered":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/?p=88000"},"modified":"2023-06-15T11:10:38","modified_gmt":"2023-06-15T04:10:38","slug":"anak-tantrum-selama-di-transportasi-umum-bagaimana-cara-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/anak-tantrum-selama-di-transportasi-umum-bagaimana-cara-mengatasinya\/","title":{"rendered":"Anak Tantrum Selama di Transportasi Umum, Bagaimana Cara Mengatasinya?"},"content":{"rendered":"<p>[et_pb_section fb_built=&#8221;1&#8243; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; width=&#8221;100%&#8221; width_tablet=&#8221;100%&#8221; width_phone=&#8221;100%&#8221; width_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; max_width=&#8221;100%&#8221; collapsed=&#8221;off&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_row admin_label=&#8221;Artikel Layout&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_image alt=&#8221;Kaligrafi Tiongkok&#8221; title_text=&#8221;Anak rewel dikeluarkan dari KRL&#8221; force_fullwidth=&#8221;on&#8221; admin_label=&#8221;Foto&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; border_radii=&#8221;on|10px|10px|10px|10px&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; src=&#8221;https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Anak-rewel-dikeluarkan-dari-KRL.jpg&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;][\/et_pb_image][et_pb_text admin_label=&#8221;Keterangan Foto&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Lato|300|||||||&#8221; text_font_size=&#8221;16px&#8221; custom_margin=&#8221;-5px||25px||false|false&#8221; custom_margin_tablet=&#8221;-5px||25px||false|false&#8221; custom_margin_phone=&#8221;-20px||30px||false|false&#8221; custom_margin_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; custom_padding=&#8221;|0px|||false|false&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; text_font_size_tablet=&#8221;&#8221; text_font_size_phone=&#8221;14px&#8221; text_font_size_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<\/p>\n<p>Ilustrasi anak dengan gangguan emosi di transportasi umum (Foto: tangkapan layar dari Twitter)<\/p>\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_text admin_label=&#8221;Paragraf&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_size=&#8221;20px&#8221; text_line_height=&#8221;1.6em&#8221; header_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; header_2_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; header_2_font_size=&#8221;30px&#8221; header_6_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; custom_padding=&#8221;|0px||||&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; text_font_tablet=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_phone=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; text_font_size_tablet=&#8221;&#8221; text_font_size_phone=&#8221;16px&#8221; text_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; header_2_font_size_tablet=&#8221;30px&#8221; header_2_font_size_phone=&#8221;25px&#8221; header_2_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<\/p>\n<p><strong>Gangguan emosi adalah kondisi yang memiliki ciri-ciri respons emosional yang terlalu kuat, atau terlalu lemah untuk situasi tertentu.<\/strong><\/p>\n<p>Baru-baru ini, ramai sebuah video tersebar di media sosial yang menunjukkan seorang ibu diturunkan dari KRL <em>commuterline<\/em> karena anaknya rewel. Di dalam video tersebut, ibu yang mengenakan baju putih dan kerudung berwarna krem tampak dihampiri oleh petugas.<\/p>\n<p>Ia terlihat kesulitan menenangkan anak balitanya yang menangis keras di dalam kereta. Tak lama kemudian, ia turun dari kereta dan menuju peron stasiun untuk menenangkan anaknya. Namun, setelah turun anaknya juga masih terlihat menangis saat itu.<\/p>\n<p>Kondisi yang dialami sang anak, bisa dibilang sebagai sebuah gangguan emosi yang terjadi secara tiba-tiba.<\/p>\n<p>Psikolog Primadita Consulting Finadita Utari menjelaskan, gangguan emosi adalah suatu kondisi emosi biasa yang meledak karena sang anak merasa tertekan akan suatu hal.<\/p>\n<p>\u201cBisa juga bukan hanya satu tekanan saja, tapi (emosi) itu juga muncul secara tiba-tiba. Jadi, misalkan pemicunya adalah hal kecil, tapi dia bisa meledak secara tiba-tiba. Gangguan emosi itu sendiri selalu diawali oleh emosi-emosi biasa yang tidak tertangani dengan baik, maka muncullah menjadi gangguan emosi,\u201d ujar Finadita dikutip dalam kanal YouTube Bincang Sehati, Kamis (15\/6).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Penyebab Gangguan Emosi<\/strong><\/p>\n<p>Menurut Finadita, ada beberapa faktor yang menyebabkan gangguan emosi ini. Pertama, adalah ketidakmampuan anak dalam meregulasi emosinya sendiri, lalu ketidakmampuan anak dalam merespons lingkungan sosialnya, adanya faktor komunikasi yang tidak terpenuhi atau kurang baik, serta kurangnya kelekatan antara anak dan orang tuanya.<\/p>\n<p>Beberapa perilaku yang muncul saat anak mengalami gangguan emosi, adalah anak marah dan menangis berkepanjangan, bahkan bisa lebih dari 20 menit. Kemudian, anak juga menunjukkan perilaku agresif sampai menyerang orang lain dan menyakiti dirinya sendiri, disertai dengan teriakan dan menangis.<\/p>\n<p>\u201cLalu komunikasi yang dia tidak bisa disampaikan, sehingga akhirnya yang keluar adalah meracau dan kalimat-kalimat yang tidak baik. Ini karena, anak sulit untuk mengungkapkan apa yang dia mau dan apa yang dia rasakan, sehingga dalam bentuk perilaku bisa terlihat dan terukur,\u201d jelas Finadita.<\/p>\n<p>Saat mengalami gangguan emosi, kata Finadita, anak akan mengalami perasaan kebingungan, keputusasaan, ketidakberdayaan, sampai ketidakmampuan yang tidak bisa dikelola dengan baik. Di dalam tahap ini, anak bisa marah besar hanya karena dipicu oleh hal kecil. Meski demikian, kategori marahnya berbeda dengan marah pada umumnya.<\/p>\n<p>\u201cSaat anak berusia 1-4 tahun, kalau anak tantrum dan tidak bisa mengungkapkan perasaannya, itu adalah kondisi yang wajar, tapi ketika hal ini terjadi di atas usia 4 tahun berarti sudah masuk ke kategori gangguan emosi,\u201d kata Finadita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tingkatan Gangguan Emosi<\/strong><\/p>\n<p>Gangguan emosi dibagi menjadi tiga, yakni ringan, sedang, dan berat. Hal yang membedakan ketiga gangguan emosi ini, bisa dilihat dari perilaku yang ditampilkan anak.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, pada gangguan emosi tingkat ringan, anak akan kesulitan atau tidak punya kesadaran diri untuk berbagi dengan orang lain. Pada gangguan emosi tingkat sedang, kondisi tadi diperparah dengan adanya perilaku anak menyerang ke orang lain.<\/p>\n<p>Kemudian untuk tingkatan berat, anak akan kesulitan berbagi dengan orang lain, menyerang orang lain, serta menyakiti dirinya sendiri atau menyakiti benda yang ada di sekitarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tips Mengatasi Gangguan Emosi<\/strong><\/p>\n<p>Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatasi gangguan emosi pada anak, yakni sebagai berikut.<\/p>\n<p>1. Ajak anak berdiskusi: Sebelum menentukan sesuatu yang berhubungan dengan pilihan anak, ajak mereka untuk berdiskusi. Kembangkan kemampuan anak untuk memilih sesuatu, tentunya beserta konsekuensinya.<\/p>\n<p>2. Konsekuensi: Tanamkan bahwa pilihan yang disepakati oleh anak memiliki konsekuensi dan mereka harus menjalankan segala konsekuensi yang timbul karena pilihan anak.<\/p>\n<p>3. Latih anak untuk mengenali emosi: Latih anak untuk mengenali emosi apa yang sedang mereka rasakan, seperti emosi marah, sedih, atau kecewa. Kemudian, latih anak untuk mengelola emosi-emosi tersebut agar tidak membawa emosi negatif.<\/p>\n<p>4. Jangan memaksakan kehendak kepada anak: Anak dengan gangguan emosi akan mudah meluapkan emosi negatifnya. Untuk itu, jangan menekan anak dengan kehendak orang tua, berikan anak ruang untuk mengungkapkan pendapat atas apa yang mereka rasakan, sehingga orang tua bisa mengambil jalan tengah atas segala situasi sulit yang dialami.<\/p>\n<p>5. Apresiasi dan dukungan positif: Jangan ragu untuk memberikan apresiasi atas kebaikan-kebaikan yang dilakukan anak.<\/p>\n<p>6. Berkonsultasi dengan ahli: Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan ahli untuk mendapatkan penanganan lanjutan atas emosi negatif anak.<\/p>\n<p>[\/et_pb_text][brbl_post_grid include_categories=&#8221;861&#8243; order_by=&#8221;rand&#8221; post_count=&#8221;4&#8243; content_padding=&#8221;0px|30px|0px|30px|false|false&#8221; title_spacing_top=&#8221;0px&#8221; title_spacing_bottom=&#8221;10px&#8221; column_count=&#8221;2&#8243; column_gap_x=&#8221;0px&#8221; column_gap_y=&#8221;13px&#8221; show_avatar=&#8221;off&#8221; show_excerpt=&#8221;off&#8221; show_author=&#8221;off&#8221; show_date=&#8221;off&#8221; content_bg_color=&#8221;RGBA(255,255,255,0)&#8221; post_padding_tablet=&#8221;&#8221; post_padding_phone=&#8221;&#8221; post_padding_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; content_padding_last_edited=&#8221;off|phone&#8221; column_count_tablet=&#8221;2&#8243; column_count_phone=&#8221;1&#8243; column_count_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; column_gap_x_tablet=&#8221;0px&#8221; column_gap_x_phone=&#8221;0px&#8221; column_gap_x_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; title_text_color=&#8221;#000000&#8243; title_line_height=&#8221;1.3em&#8221; custom_margin=&#8221;|-20px||-20px|false|false&#8221; custom_margin_tablet=&#8221;|-20px||-20px|false|false&#8221; custom_margin_phone=&#8221;|-20px||-20px|false|false&#8221; custom_margin_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; custom_padding=&#8221;||||false|false&#8221; title_font_size_tablet=&#8221;&#8221; title_font_size_phone=&#8221;16px&#8221; title_font_size_last_edited=&#8221;on|tablet&#8221; title_line_height_tablet=&#8221;1.3em&#8221; title_line_height_phone=&#8221;1.3em&#8221; title_line_height_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; border_width_all_content=&#8221;0px&#8221; border_style_all_content=&#8221;none&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][\/brbl_post_grid][et_pb_text admin_label=&#8221;Judul Video&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_size=&#8221;20px&#8221; text_line_height=&#8221;1.6em&#8221; header_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; header_2_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; header_2_font_size=&#8221;30px&#8221; header_6_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; custom_margin=&#8221;50px||||false|false&#8221; custom_padding=&#8221;|0px||||&#8221; text_font_tablet=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_phone=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; text_font_size_tablet=&#8221;&#8221; text_font_size_phone=&#8221;16px&#8221; text_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; header_2_font_size_tablet=&#8221;30px&#8221; header_2_font_size_phone=&#8221;25px&#8221; header_2_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;]<\/p>\n<h3>Simak Video Pilihan di Bawah Ini:<\/h3>\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_code _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/PN_rjbOeeYM\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>[\/et_pb_code][et_pb_code _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;]<iframe loading=\"lazy\" style=\"border: none; overflow: hidden;\" src=\"https:\/\/www.facebook.com\/plugins\/like.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fdaaitvindonesia&#038;width=450&#038;layout=standard&#038;action=like&#038;size=large&#038;share=false&#038;height=35&#038;appId=2187618734841213\" width=\"450\" height=\"35\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe>[\/et_pb_code][\/et_pb_column][\/et_pb_row][\/et_pb_section]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gangguan emosi adalah kondisi yang memiliki ciri-ciri respons emosional yang terlalu kuat, atau terlalu lemah untuk situasi tertentu.<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":88002,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":""},"categories":[1100,861],"tags":[6779,6782,6778,6780,6781],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88000"}],"collection":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88000"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88000\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":88005,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88000\/revisions\/88005"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88002"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88000"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88000"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88000"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}