{"id":87690,"date":"2023-06-06T16:40:17","date_gmt":"2023-06-06T09:40:17","guid":{"rendered":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/?p=87690"},"modified":"2023-06-06T16:40:24","modified_gmt":"2023-06-06T09:40:24","slug":"inspiratif-dua-wanita-ini-berhasil-ubah-sampah-plastik-jadi-paving-block","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/inspiratif-dua-wanita-ini-berhasil-ubah-sampah-plastik-jadi-paving-block\/","title":{"rendered":"Inspiratif, Dua Wanita Ini Berhasil Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block"},"content":{"rendered":"<p>[et_pb_section fb_built=&#8221;1&#8243; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; width=&#8221;100%&#8221; width_tablet=&#8221;100%&#8221; width_phone=&#8221;100%&#8221; width_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; max_width=&#8221;100%&#8221; collapsed=&#8221;off&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_row admin_label=&#8221;Artikel Layout&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_image alt=&#8221;Kaligrafi Tiongkok&#8221; title_text=&#8221;Founder Rebricks dari Instagram @rebricks.id&#8221; force_fullwidth=&#8221;on&#8221; admin_label=&#8221;Foto&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; border_radii=&#8221;on|10px|10px|10px|10px&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; src=&#8221;https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Founder-Rebricks-dari-Instagram-@rebricks.id_.jpg&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;][\/et_pb_image][et_pb_text admin_label=&#8221;Keterangan Foto&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Lato|300|||||||&#8221; text_font_size=&#8221;16px&#8221; custom_margin=&#8221;-5px||25px||false|false&#8221; custom_margin_tablet=&#8221;-5px||25px||false|false&#8221; custom_margin_phone=&#8221;-20px||30px||false|false&#8221; custom_margin_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; custom_padding=&#8221;|0px|||false|false&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; text_font_size_tablet=&#8221;&#8221; text_font_size_phone=&#8221;14px&#8221; text_font_size_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<\/p>\n<p>Founder Rebricks Novita Tan dan Ovy Sabrina (Foto: Instagram @rebricks.id)<\/p>\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_text admin_label=&#8221;Paragraf&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_size=&#8221;20px&#8221; text_line_height=&#8221;1.6em&#8221; header_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; header_2_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; header_2_font_size=&#8221;30px&#8221; header_6_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; custom_padding=&#8221;|0px||||&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; text_font_tablet=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_phone=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; text_font_size_tablet=&#8221;&#8221; text_font_size_phone=&#8221;16px&#8221; text_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; header_2_font_size_tablet=&#8221;30px&#8221; header_2_font_size_phone=&#8221;25px&#8221; header_2_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<\/p>\n<p><strong>Novita Tan (37) dan Ovy Sabrina (37) berhasil mengubah sampah plastik menjadi bahan bangunan yang bermanfaat melalui Rebricks.<\/strong><\/p>\n<p>Rebricks merupakan perusahaan yang berfokus untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi bahan bangunan, seperti <em>paving block<\/em>, <em>hollow block<\/em>, sampai <em>roser<\/em>.<\/p>\n<p>Rebricks hanya menggunakan sampah-sampah bertolak seperti <em>soft plastic packaging<\/em>, kemasan saset multilayer, kantong kresek, label minuman, serta <em>bubble wrap<\/em>.<\/p>\n<p>Mengutip dari wawancara bersama IDX Channel, hingga bulan Mei 2022 Rebricks telah mengumpulkan sebanyak 17.500 kg sampah plastik.<\/p>\n<p>Menariknya, Rebricks juga berhasil meningkatkan penggunaan sampah plastik sebanyak 5x lipat dari sekurang-kurangnya 1.000 kg di tahun 2020, menjadi sekitar 5.000 kg tahun 2021, dan jumlah diprediksi akan terus meningkat selama beberapa tahun ke depan.<\/p>\n<p>Novita menjelaskan, Rebricks dimulai pada tahun 2019 ketika mereka meluncurkan produk <em>paving block<\/em> pertamanya yang dibuat menggunakan olahan sampah plastik sekali pakai, atau <em>rejected plastic waste<\/em>.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-87693 alignnone size-full\" src=\"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/ilustrasi-rebricks.jpg\" alt=\"\" width=\"1413\" height=\"868\" srcset=\"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/ilustrasi-rebricks.jpg 1413w, https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/ilustrasi-rebricks-1280x786.jpg 1280w, https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/ilustrasi-rebricks-980x602.jpg 980w, https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/ilustrasi-rebricks-480x295.jpg 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) and (max-width: 1280px) 1280px, (min-width: 1281px) 1413px, 100vw\" \/><\/p>\n<p>Utamanya, sampah plastik ini mereka dapatkan dari Rebrickers atau pengikut Rebrick. Mereka adalah orang-orang yang kerap memilah sampah di dalam rumah tangganya.<\/p>\n<p>\u201cKami menggunakan metode yang meminimalkan adanya polusi baru, kami menyebut metode tersebut adalah metode hijau yang mana dalam setiap prosesnya tidak ada proses pembakaran,\u201d ujar Novita, dikutip Selasa (6\/6).<\/p>\n<p>Langkah pertama dari pengolahan limbah ini, adalah pencacahan, diikuti dengan <em>mixing<\/em> atau pencampuran, <em>molding<\/em>, <em>curing<\/em>, barulah menjadi produk yang siap dijual.<\/p>\n<p>Di dalam satu set mesin, Novita bisa melakukan <em>recycle<\/em> sebanyak 160 kg, atau sekitar 80 m\u00b2 <em>paving block<\/em> dalam kapasitas maksimal.<\/p>\n<p>Namun, jika ada pemesanan atau permintaan untuk memproduksi dua kali lipat, maka Novita akan melipatgandakan penggunaan mesin mereka.<\/p>\n<p>Plastik yang telah melalui proses pencacahan sampai halus, akan dikumpulkan dalam sebuah kantong besar. Biasanya, satu kantong besar berisi 10 kg-15 kg sampah plastik cacah.<\/p>\n<p>Di dalam sekali proses berjalan, mesin milik Rebricks bisa mencacah plastik menjadi sekitar 60 sampai 80 kg dalam waktu 1 jam.<\/p>\n<p>Menariknya, hasil jadi setiap produk <em>paving block<\/em> memilki formula yang berbeda-beda, sehingga bisa digunakan menjadi salah satu sampel untuk tahap <em>research and development <\/em>(RnD) Rebricks di laboratorium.<\/p>\n<p>Untuk saat ini, produk <em>paving block <\/em>Rebricks telah mengantongi sertifikasi kuat tekan mencapai 250 kg per cm\u00b2, sedangkan produk batako memiliki kuat tekan 50 kg per cm\u00b2 sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).<\/p>\n<p>\u201cNamun kami terus melakukan RnD untuk meningkatkan kuat tekan tersebut. Selain itu, saat ini kami bisa mendaur ulang sekitar 20% sampah plastik tiap 1 m\u00b2, tetapi kita akan selalu ingin produknya menjadi lebih baik, sehingga kita melakukan RnD untuk meningkatkan jumlah plastik yang bisa kita daur ulang setiap m\u00b2,\u201d tambah Novita.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-87694 alignnone size-full\" src=\"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/rebricks.jpg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"810\" srcset=\"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/rebricks.jpg 1080w, https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/rebricks-980x735.jpg 980w, https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/rebricks-480x360.jpg 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1080px, 100vw\" \/><\/p>\n<p>Bisa dibilang, produk <em>paving block <\/em>buatan Novita dan Ovy memang didesain untuk meminimalkan limbah lingkungan.<\/p>\n<p>Hal ini, terlihat dari produk <em>paving block <\/em>yang dihasilkan yang mana bagian atas <em>paving block<\/em> lebih kosong dari sampah plastik, dibandingkan dengan bagian bawahnya.<\/p>\n<p>Ovy menjelaskan, mereka mendesain model ini karena tidak ingin ada kecenderungan atau resiko plastik-plastik tersebut terbawa oleh mobil atau air hujan, sehingga bisa meminimalkan kebocoran plastik ke alam.<\/p>\n<p>Ovy juga menjelaskan jika produk mereka telah lolos uji ketahanan api di Singapura, sehingga produknya terbukti bisa tahan api.<\/p>\n<p>Meskipun menggunakan bahan utama dari limbah plastik, tetapi Ovy mengaku jika produk yang dijual Rebricks punya harga yang kompetitif dari produk konvensional yang ada di pasaran.<\/p>\n<p>\u201cContohnya, produk <em>paving block <\/em>kami jual di kisaran harga Rp110.000 per m\u00b2,\u201d lanjut Ovy.<\/p>\n<p>Ke depannya, kata Ovy, Rebricks ingin menjadi perusahaan yang fokus memberikan dampak kepada lingkungan dan sosial.<\/p>\n<p>Dengan demikian, Rebricks ingin terus mendaur ulang dan memberikan solusi sampai plastik yang tertolak ini bisa didaur ulang secara maksimal, serta bisa menjadi bagian dari pembangunan Indonesia dengan produk-produk yang lebih ramah lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cKami juga ingin bisa berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya untuk memilah sampah dari rumah. Ini karena, proses yang paling terpenting dari semua persampahan itu adalah proses awal. Jadi, pilihlah sampah di rumah, sehingga ketika sampah sudah dipilih bisa diolah,\u201d tutup Novita.<\/p>\n<p>[\/et_pb_text][brbl_post_grid include_categories=&#8221;861&#8243; order_by=&#8221;rand&#8221; post_count=&#8221;4&#8243; content_padding=&#8221;0px|30px|0px|30px|false|false&#8221; title_spacing_top=&#8221;0px&#8221; title_spacing_bottom=&#8221;10px&#8221; column_count=&#8221;2&#8243; column_gap_x=&#8221;0px&#8221; column_gap_y=&#8221;13px&#8221; show_avatar=&#8221;off&#8221; show_excerpt=&#8221;off&#8221; show_author=&#8221;off&#8221; show_date=&#8221;off&#8221; content_bg_color=&#8221;RGBA(255,255,255,0)&#8221; post_padding_tablet=&#8221;&#8221; post_padding_phone=&#8221;&#8221; post_padding_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; content_padding_last_edited=&#8221;off|phone&#8221; column_count_tablet=&#8221;2&#8243; column_count_phone=&#8221;1&#8243; column_count_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; column_gap_x_tablet=&#8221;0px&#8221; column_gap_x_phone=&#8221;0px&#8221; column_gap_x_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; title_text_color=&#8221;#000000&#8243; title_line_height=&#8221;1.3em&#8221; custom_margin=&#8221;|-20px||-20px|false|false&#8221; custom_margin_tablet=&#8221;|-20px||-20px|false|false&#8221; custom_margin_phone=&#8221;|-20px||-20px|false|false&#8221; custom_margin_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; custom_padding=&#8221;||||false|false&#8221; title_font_size_tablet=&#8221;&#8221; title_font_size_phone=&#8221;16px&#8221; title_font_size_last_edited=&#8221;on|tablet&#8221; title_line_height_tablet=&#8221;1.3em&#8221; title_line_height_phone=&#8221;1.3em&#8221; title_line_height_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; border_width_all_content=&#8221;0px&#8221; border_style_all_content=&#8221;none&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][\/brbl_post_grid][et_pb_text admin_label=&#8221;Judul Video&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_size=&#8221;20px&#8221; text_line_height=&#8221;1.6em&#8221; header_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; header_2_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; header_2_font_size=&#8221;30px&#8221; header_6_font=&#8221;Lato|900|||||||&#8221; custom_margin=&#8221;50px||||false|false&#8221; custom_padding=&#8221;|0px||||&#8221; text_font_tablet=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_phone=&#8221;Lato||||||||&#8221; text_font_last_edited=&#8221;on|desktop&#8221; text_font_size_tablet=&#8221;&#8221; text_font_size_phone=&#8221;16px&#8221; text_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; header_2_font_size_tablet=&#8221;30px&#8221; header_2_font_size_phone=&#8221;25px&#8221; header_2_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;]<\/p>\n<h3>Simak Video Pilihan di Bawah Ini:<\/h3>\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_code _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/UvmSJZMyanU\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>[\/et_pb_code][et_pb_code _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;]<iframe loading=\"lazy\" style=\"border: none; overflow: hidden;\" src=\"https:\/\/www.facebook.com\/plugins\/like.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fdaaitvindonesia&#038;width=450&#038;layout=standard&#038;action=like&#038;size=large&#038;share=false&#038;height=35&#038;appId=2187618734841213\" width=\"450\" height=\"35\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe>[\/et_pb_code][\/et_pb_column][\/et_pb_row][\/et_pb_section]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Novita Tan (37) dan Ovy Sabrina (37) berhasil mengubah sampah plastik menjadi berbagai bahan bangunan yang bermanfaat melalui Rebricks.<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":87692,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":""},"categories":[1100,861],"tags":[6683,6682,6329,6353,6681,1189],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87690"}],"collection":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87690"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87690\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":87697,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87690\/revisions\/87697"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87692"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87690"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87690"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87690"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}