{"id":81875,"date":"2022-12-22T11:06:18","date_gmt":"2022-12-22T04:06:18","guid":{"rendered":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/?p=81875"},"modified":"2022-12-22T11:06:27","modified_gmt":"2022-12-22T04:06:27","slug":"anak-step-inilah-pertolongan-pertama-yang-harus-dilakukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/anak-step-inilah-pertolongan-pertama-yang-harus-dilakukan\/","title":{"rendered":"Anak Step! Inilah Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan"},"content":{"rendered":"\n[et_pb_section fb_built=&#8221;1&#8243; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_row _builder_version=&#8221;4.16&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243; _builder_version=&#8221;4.16&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_image src=&#8221;https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/gambar-anak-sakit-sumber-dari-canva-1.jpg&#8221; alt=&#8221;gambar anak step sumber dari canva&#8221; title_text=&#8221;gambar anak sakit sumber dari canva&#8221; force_fullwidth=&#8221;on&#8221; _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;][\/et_pb_image][et_pb_text _builder_version=&#8221;4.16&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Inter||||||||&#8221; text_text_color=&#8221;#606A70&#8243; text_font_size=&#8221;11px&#8221; text_line_height=&#8221;1em&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;]<p><strong>Penulis : <\/strong><strong>Akbar Fauzi<\/strong><\/p>\n<p><strong>Editor : Grace Kolin<\/strong><\/p>[\/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=&#8221;4.19.3&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Inter||||||||&#8221; custom_padding=&#8221;|0px||||&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; text_font_size_tablet=&#8221;&#8221; text_font_size_phone=&#8221;16px&#8221; text_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<p style=\"text-align: justify;\">Hal yang dikhawatirkan oleh para orang tua adalah ketika anak mengalami gejala berbagai penyakit, salah satunya kejang demam atau biasa dikenal sebagai step. Kondisi kejang ini muncul ketika demam sudah terbilang tinggi, sehingga anak mengalami tanda berupa kejang-kejang, mata mendelik, dan terkadang lidah tergigit. Kondisi ini pastinya membuat para orang tua jadi merasa khawatir bahkan panik dalam menyikapinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Step terjadi saat ada peningkatan suhu tubuh yang disebabkan penyakit di luar jaringan otak, dimana umumnya kondisi ini terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. Anak yang mengalami kejang demam biasanya memiliki kenaikan suhu tubuh secara drastis hingga lebih dari 38\u00b0 Celsius, berkeringat secara berlebih, tangan dan kaki gemetar serta mengalami kejang, buang air kecil tiba-tiba dan bola mata berputar keatas atau mendelik, dan tidak merespon komunikasi, seperti tidak menjawab saat diajak bicara. Bahkan anak bisa mengalami kehilangan kesadaran, terutama setelah kejang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada saat Anda melihat anak mengalami kejang demam, cobalah untuk tidak panik berlebihan dan tetep bersikap tenang agar mampu berpikir dengan jernih dan memberikan pertolongan pertama dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut ini beberapa langkah yang Anda bisa praktikan untuk memberikan pertolongan pertama pada anak yang mengalami kejang demam:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Letakan anak di tempat yang luas dan aman, jauhkan dari benda atau barang berbahaya.<\/li>\n<li>Posisikan atau baringkan anak dengan posisi miring untuk mencegahnya tersedak saat kejang.<\/li>\n<li>Longgarkan pakainnya, terutama pada bagian leher.<\/li>\n<li>Jangan memaksa untuk menahan gerakan pada tubuh anak, cukup jaga posisi tubuhnya agar tetap aman.<\/li>\n<li>Tidak memasukan apapun ke dalam mulut anak saat kejang, termasuk obat atau air.<\/li>\n<li>Amati apa yang terjadi saat anak saat sedang dan catat berapa lama durasinya sebagai pendataan untuk diberikan kepada dokter saat pemeriksaan.<\/li>\n<li>Tetap berada di samping anak hingga kesadaran anak kembali seperti semula.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Umumnya, kejang demam berlangsung selama 1-2 menit. Setelah, itu, anak mungkin akan menjadi lebih rewel dan kebingungan selama beberapa jam sebelum ia kelelahan dan jatuh terlelap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itulah langkah pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan jika anak mengalami kejang demam.\u00a0Namun, apabila anak Anda mengalami kejang selama lebih dari 5 menit atau mengalami kejang berulang dalam waktu 24 jam serta mengalami kesulitan bernapas dan wajah atau bibir menjadi kebiruan, segera bawa anak Anda ke dokter atau menelepon ambulans, sehingga anak mendapatkan penanganan profesional.<\/p>[\/et_pb_text][et_pb_code _builder_version=&#8221;4.16&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;]<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.facebook.com\/plugins\/like.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fdaaitvindonesia&#038;width=450&#038;layout=standard&#038;action=like&#038;size=large&#038;share=false&#038;height=35&#038;appId=2187618734841213\" width=\"450\" height=\"35\" style=\"border:none;overflow:hidden\" scrolling=\"no\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"true\" allow=\"autoplay; clipboard-write; encrypted-media; picture-in-picture; web-share\"><\/iframe>[\/et_pb_code][\/et_pb_column][\/et_pb_row][\/et_pb_section]\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hal yang dikhawatirkan oleh para orang tua adalah ketika anak mengalami gejala berbagai penyakit, salah satunya kejang demam atau biasa dikenal sebagai step. Kondisi kejang ini muncul ketika demam sudah terbilang tinggi, sehingga anak mengalami tanda berupa kejang-kejang, mata mendelik, dan terkadang lidah tergigit. Kondisi ini pastinya membuat para orang tua jadi merasa khawatir bahkan panik dalam menyikapinya.<\/p>\n","protected":false},"author":18,"featured_media":81879,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":""},"categories":[861],"tags":[1361,1662,1346,5421,2026,5418,5416,1546,3216,3375,5420,3562,3555,1094,5414,3832,2846,898,3971,3972,3973,3830,2796,2792,5305,4440,904,5411,1761,954,1434,1626,942,1017,3435,3768,3431,5300,5417,556,3117,3970,1364,1382,5303,5410,1576,5301,1449,1481,5409,5413,1348,5304,5415,1097,5302,5419,3975,5412,3416,3592,1884,1022,812],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81875"}],"collection":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81875"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81875\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":81893,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81875\/revisions\/81893"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81879"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81875"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81875"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81875"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}