{"id":76539,"date":"2022-07-14T08:50:28","date_gmt":"2022-07-14T01:50:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.daaitv.co.id\/DAAI-WP\/?p=76539"},"modified":"2022-07-14T09:18:45","modified_gmt":"2022-07-14T02:18:45","slug":"office-boy-ini-sisihkan-gajinya-untuk-berbagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/office-boy-ini-sisihkan-gajinya-untuk-berbagi\/","title":{"rendered":"Office Boy ini Sisihkan Gajinya untuk Berbagi"},"content":{"rendered":"<p>[et_pb_section fb_built=&#8221;1&#8243; _builder_version=&#8221;4.14.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_row _builder_version=&#8221;4.14.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243; _builder_version=&#8221;4.14.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_video src=&#8221;https:\/\/youtu.be\/y0EkOieqVKM&#8221; _builder_version=&#8221;4.14.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][\/et_pb_video][et_pb_text _builder_version=&#8221;4.14.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Inter||||||||&#8221; text_text_color=&#8221;#606A70&#8243; text_font_size=&#8221;11px&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;]<\/p>\n<p><strong>Penulis :<\/strong><strong> Grace Kolin<\/strong><\/p>\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=&#8221;4.14.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Inter||||||||&#8221; custom_padding=&#8221;|0px||||&#8221; text_font_size_tablet=&#8221;&#8221; text_font_size_phone=&#8221;16px&#8221; text_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;]<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya itu bagian dari cara Tuhan, jadi kayak semacam Tuhan ngingatin saya bahwa ketika kamu memiliki gaji jangan sampai kamu makan semua, karena ada hak-hak orang lain yang harus kamu berikan.\u201d \u2013 Ahmad Marzuki (<em>Office Boy<\/em>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak perlu menunggu hingga kaya untuk bisa menolong sesama. Kata bijak ini tercermin dalam aksi yang dilakukan oleh Ahmad Marzuki, seorang <em>office boy<\/em> asal Indonesia. Ahmad menyisihkan 30-40%\u00a0 gaji yang dimilikinya untuk memberi makan tunawisma sejak tahun 2015. Aksi kebaikan ini dilatarbelakangi oleh kerasnya perjuangan kehidupan yang dirasakan Ahmad di masa lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya lahir dari seorang keluarga petani, dibilang saya kurang mampulah. Saya pernah ngalamin bagaimana rasanya saya kelaperan, bagaimana rasanya ketika teman-teman pulang sekolah bisa main dengan teman-temannya, saya nyari rongsok, ketika udah terkumpul saya jual untuk beli buku, beli perlengkapan sekolah seperti itu. Saya wujud syukur saya kepada Tuhan, saya diberikan kesehatan, saya diberikan rejeki jadi sebagian yang aku miliki adalah milik orang lain. Karena sebaik-baiknya manusia adalah bisa bermanfaat untuk orang lain,\u201d ujar Ahmad Marzuki dalam program DAAI TV, Mimpi Jadi Nyata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berangkat dari itu, Ahmad pun bertekad untuk membantu sesama yang membutuhkan. Niat baik ini ia bulatkan meskipun pada tujuh tahun yang lalu, gajinya hanya berkisar dua juta seratus ribu rupiah. Sejalan dengan gajinya yang telah menyentuh UMR, Ahmad pun semakin meningkatkan rutinitasnya dalam berbagi serta jumlah paket makanan yang ia salurkan.\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau waktu 2015-2017, saya berbagi hanya bisa satu bulan dua kali. Sekitar 100-150 bungkus. Namun ketika saya sekarang, saya gajinya UMR saya satu bulan bisa sampai sembilan sampai sepuluh kali, dengan jumlah yang lebih banyak lagi,\u201d kata Ahmad. Dengan berbagi, Ahmad merasakan sukacita. Ia juga jadi semakin sadar bahwa masih banyak orang-orang yang kurang beruntung di sekitarnya yang membutuhkan bantuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepedulian Ahmad pada tunawisma juga menular pada teman-temannya. Jika pada tahun 2015 hingga 2018 Ahmad bergeriliya sendirian dalam berbagi makanan, kini teman-teman Ahmad juga ikut bergabung dalam membantu membagikan makanan. Biasanya aksi kebaikan ini rutin dilakukan setiap malam Jumat, malam Sabtu, malam Minggu dan tidak jarang pula di malam Senin. Per malamnya, Ahmad dapat menyalurkan sekitar 120 paket makanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_code _builder_version=&#8221;4.14.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.facebook.com\/plugins\/like.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fdaaitvindonesia&#038;width=450&#038;layout=standard&#038;action=like&#038;size=large&#038;share=false&#038;height=35&#038;appId=2187618734841213\" width=\"450\" height=\"35\" style=\"border:none;overflow:hidden\" scrolling=\"no\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"true\" allow=\"autoplay; clipboard-write; encrypted-media; picture-in-picture; web-share\"><\/iframe>[\/et_pb_code][\/et_pb_column][\/et_pb_row][\/et_pb_section]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak perlu menunggu hingga kaya untuk bisa menolong sesama. Kata bijak ini tercermin dalam aksi yang dilakukan oleh Ahmad Marzuki, seorang office boy asal Indonesia. Ahmad menyisihkan gajinya untuk memberi makan tunawisma.<\/p>\n","protected":false},"author":18,"featured_media":76529,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":""},"categories":[861],"tags":[1361,3977,1546,3216,3375,3562,3555,1479,1094,3832,2846,898,3971,3972,3973,3830,2796,2792,904,2472,1761,954,1434,1626,942,1017,804,3435,3768,3431,3117,3970,1349,1398,1364,1382,3974,1449,1481,1351,3975,3416,3592,1393,3976,1022,812],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76539"}],"collection":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76539"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76539\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76558,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76539\/revisions\/76558"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76539"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76539"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76539"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}