{"id":76495,"date":"2022-07-12T12:00:00","date_gmt":"2022-07-12T05:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.daaitv.co.id\/DAAI-WP\/?p=76495"},"modified":"2022-07-12T07:45:38","modified_gmt":"2022-07-12T00:45:38","slug":"bijak-kelola-keuangan-setelah-menikah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/bijak-kelola-keuangan-setelah-menikah\/","title":{"rendered":"Bijak Kelola Keuangan Setelah Menikah"},"content":{"rendered":"<p>[et_pb_section fb_built=&#8221;1&#8243; _builder_version=&#8221;4.14.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; theme_builder_area=&#8221;post_content&#8221;][et_pb_row _builder_version=&#8221;4.14.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; theme_builder_area=&#8221;post_content&#8221;][et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243; _builder_version=&#8221;4.14.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; theme_builder_area=&#8221;post_content&#8221;][et_pb_video src=&#8221;https:\/\/youtu.be\/LbPPMy5awLY&#8221; _builder_version=&#8221;4.14.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; theme_builder_area=&#8221;post_content&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;][\/et_pb_video][et_pb_text _builder_version=&#8221;4.14.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Inter||||||||&#8221; text_text_color=&#8221;#606A70&#8243; text_font_size=&#8221;11px&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; theme_builder_area=&#8221;post_content&#8221;]<\/p>\n<p><strong>Penulis :<\/strong><strong> Grace Kolin<\/strong><\/p>\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=&#8221;4.14.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; text_font=&#8221;Inter||||||||&#8221; custom_padding=&#8221;|0px||||&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; text_font_size_tablet=&#8221;&#8221; text_font_size_phone=&#8221;16px&#8221; text_font_size_last_edited=&#8221;on|phone&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; theme_builder_area=&#8221;post_content&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sudah barang tentu jika menikah membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Pengelolaan anggaran pun tidak berhenti setelah pesta pernikahan usai. Pengelolaan anggaran masih akan tetap dibutuhkan dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang baru berlayar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengelola keuangan ketika masih <em>single<\/em> dengan yang sudah menikah tentu memiliki perbedaan yang kontras. Karena itu, tidaklah heran jika sebagian pasangan yang baru menikah menjadi bingung dalam hal ini, atau bahkan bisa bertengkar karena hal ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, Anda tidak perlu khawatir, menurut Financial Consultant Deswin Gho dalam progam <a href=\"https:\/\/youtu.be\/LbPPMy5awLY\">Keuangan Milenial DAAI TV<\/a>, ada 11 strategi finansial yang bisa diterapkan pasangan yang baru menikah agar kehidupan pernikahan yang baru dibangun bisa selalu sejahtera. Dengan bijak mengelola keuangan dalam rumah tangga, hubungan suami istri juga dapat menjadi lebih harmonis, seperti apa caranya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong style=\"font-size: 15px;\">1. Jangan ada dusta di antara kita<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terbukalah satu sama lain dalam segala hal. Mulai dari pekerjaan, penghasilan, rencana, serta keinginan yang dimiliki dan lain-lain. Menutupi sesuatu dari pasangan dapat menimbulkan kecurigaan yang menyebabkan keributan dalam rumah tangga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong style=\"font-size: 15px;\">2. Membuat rekening bersama<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah menerima gaji atau pendapatan usaha, pasangan suami istri hendaknya menetapkan jumlah uang yang akan disimpan dalam tabungan bersama terlebih dahulu. Uang yang berada di tabungan bersama harus dikelola dengan baik agar tidak bercampur dengan uang lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong style=\"font-size: 15px;\">3. Memilih bendahara keluarga<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Idealnya dalam sebuah keluarga harus ada satu orang yang dipercaya untuk memegang dana, mengelola keuangan, dan mengatur keuangan rumah tangga layaknya manajer keuangan. Siapapun boleh menjadi manajer keuangan rumah tangga, baik suami maupun istri. Hal ini akan memudahkan kehidupan rumah tangga, karena ada satu orang yang bertugas untuk mengatur arus masuk dan keluar dana keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong style=\"font-size: 15px;\">4. Tentukan besaran pengeluaran setiap bulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap akhir bulan sempatkan waktu dengan pasangan untuk menghitung seluruh pengeluaran. Tujuannya agar jumlah pengeluaran setiap bulannya dapat diketahui. Bandingkan bulan sekarang dengan bulan sebelumnya. Apabila bulan ini pengeluaran melebihi anggaran, maka kurangi pengeluaran di bulan berikutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong style=\"font-size: 15px;\">5. Alokasikan gaji masing-masing untuk berbagai kebutuhan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila hanya ada satu orang yang bekerja dalam suatu keluarga, maka pendapatan satu orang tersebut harus dibagi-bagi pada pos pengeluaran yang telah direncanakan. Namun apabila pasangan sama-sama bekerja, maka mereka dapat menentukan gaji siapa yang dialokasikan untuk membayar keperluan ini dan keperluan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong style=\"font-size: 15px;\">6. Mencatat setiap pengeluaran rumah tangga<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bendahara keluarga harus mencatat setiap pengeluaran, baik pengeluaran yang rutin maupun darurat. Pada dasarnya catatan ini layaknya neraca keuangan yang berguna untuk membantu pasangan suami istri dalam memantau keuangan keluarga tetap dalam keadaan sehat dan aman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong style=\"font-size: 15px;\">7. Batasi pengeluaran yang berlebih<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkadang, ada beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang menghabiskan uang lebih dari rencana anggaran yang telah dibuat sebelumnya. Untuk mengatasi hal tersebut pasangan suami istri harus membatasi maksimal pengeluaran untuk setiap kebutuhan. Apabila telah melebihi batas pengeluaran, maka evaluasi keuangan keluarga agar jangan sampai ada pemborosan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong style=\"font-size: 15px;\">8. Sisihkan pendapatan untuk tabungan masa depan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada awal pernikahan, pendapatan pasangan suami istri mungkin belum besar, sehingga cukup berat untuk menabung. Namun jika membiasakan diri untuk menyisihkan pendapatan untuk ditabung sejak awal, maka kebiasaan menabung ini tidak akan berat untuk dilakukan kedepannya. Tabungan yang telah dikumpulkan juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan di masa depan seperti membeli rumah, pendidikan anak, pengobatan dan lain-lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong style=\"font-size: 15px;\">9. Persiapkan dana darurat sebelum terlambat<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dana darurat berguna sebagai \u2018dana cadangan\u2019 untuk menutupi biaya-biaya tak terduga di luar dari rencana anggaran, contohnya sakit, kecelakaan, kematian, atau bantuan untuk keluarga besar. Cobalah untuk meyisihkan sepertiga penghasilan pasangan setiap bulan untuk dana darurat keluarga. Jumlah ini bukan jumlah yang mutlak karena bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan dan kebutuhan keluarga masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong style=\"font-size: 15px;\">10. Memilih asuransi sesuai kebutuhan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini ada berbagai macam asuransi yang dapat dipilih, seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan dan lain sebagainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong style=\"font-size: 15px;\">11. Jangan lupa untuk berinvestasi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk merealisasikan tujuan tersebut, ada berbagai aset yang dapat dicoba. Mulai dari deposito, obligasi, reksadana, emas, investasi properti dan lain-lain. Sebelum berinvestasi, sebaiknya pasangan suami istri mencari tahu terlebih dahubu aset apa yang cocok dengan kebutuhan rumah tangganya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p>[\/et_pb_text][et_pb_code _builder_version=&#8221;4.14.4&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; theme_builder_area=&#8221;post_content&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.facebook.com\/plugins\/like.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fdaaitvindonesia&#038;width=450&#038;layout=standard&#038;action=like&#038;size=large&#038;share=false&#038;height=35&#038;appId=2187618734841213\" width=\"450\" height=\"35\" style=\"border:none;overflow:hidden\" scrolling=\"no\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"true\" allow=\"autoplay; clipboard-write; encrypted-media; picture-in-picture; web-share\"><\/iframe>[\/et_pb_code][\/et_pb_column][\/et_pb_row][\/et_pb_section]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudah barang tentu jika menikah membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Pengelolaan anggaran pun tidak berhenti setelah pesta pernikahan usai. Pengelolaan anggaran masih akan tetap dibutuhkan dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang baru berlayar. <\/p>\n","protected":false},"author":18,"featured_media":76502,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":""},"categories":[861],"tags":[1361,1546,3216,3375,3562,3555,3965,542,3832,2846,898,2796,1331,1761,954,1434,1626,3435,3768,3431,3955,1166,3117,1364,1382,3956,1449,1481,1353,3960,3957,2223,3416,1574],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76495"}],"collection":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76495"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76495\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76507,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76495\/revisions\/76507"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76502"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/daaitv.co.id\/DAAI-WP\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}