Kaligrafi Tiongkok

Model Beth Matthews (Foto: Instagram.com/@bethmatthews_zebedee)

Beth Matthews (23) merupakan model penyandang down syndrome yang berhasil debut di catwalk London Fashion Week 2023.

Pada ajang bergengsi tersebut, gadis asal Wales tersebut menampilkan koleksi terbaru dari merek busana asal Italia, Goose Island.

Ia juga diundang sebagai tamu VIP dan akan duduk di barisan depan pada pertunjukkan fashion show lainnya.

Sejak terdaftar sebagai seorang model di tahun 2022, Matthews telah banyak berpose untuk majalah publikasi seperti Cosmopolitan dan diundang untuk tampil di karpet merah Festival Film Venesia.

Ibunda Matthews, Fiona, mengatakan kepercayaan diri Matthews yang semakin besar turut membantunya dalam menemukan identitasnya.

Tentunya, representasi tersebut akan mengubah perspektif orang-orang mengenai down syndrome dan menunjukkan bahwa seseorang seperti Matthews bsia memiliki kehidupan yang menakjubkan.

Sebagaimana diketahui, ajang fashion week di berbagai tempat seperti London, Paris, New York, dan Milan menjadi acara mode paling penting tahun ini karena para desainer bisa memamerkan beragam gaya terbaru.

Meski demikian, model yang diajak bekerja sama untuk tampil di atas catwalk kerap menuai kritik karena standar kecantikannya dianggap tidak realistis.

“Saya sangat bersemangat berjalan di atas catwalk. Saya berharap mereka mengizinkan saya menyimpan gaun itu,” ujar Matthews dikutip dalam keterangannya, Rabu (20/9).

Beth terinspirasi menjadi model setelah melihat Ellie Goldstein, seorang model yang juga mengidap down syndrome dan pernah mewakili Gucci.

Goldstein telah menjadi model di seluruh Eropa, termasuk pernah difiturkan di Vouge Italia dan menjadi model iklan Amazon.

Fiona mengatakan, Matthews merupakan orang yang sangat pemalu, tetapi Matthews menjadi lebih hidup saat menjalani pemotretan.

Meski demikian, Fiona mengaku bahwa Matthews belum menjadi seorang diva dan perjalannya masih sangat panjang.

“Hidup belum sepenuhnya berubah, hanya menjadi sedikit lebih menarik,” kata Fiona.

Matthews sendiri mengatakan bahwa kariernya sebagai model selama 18 bulan telah membuatnya merasa lebih percaya diri.

“Saya senang melakukan pemotretan, menata rambut dan riasan, serta tampil di karpet merah. Sungguh menakjubkan. Perubahan terbesar sejak penandatanganan (kontrak), adalah saya merasa lebih istimewa. Saya suka menata pakaian saya sendiri dan merasa lebih percaya diri,” jelas Matthews.

Meskipun awalnya banyak mendapat kesulitan, tetapi Matthews telah banyak menginspirasi orang lain karena berani mengejar mimpinya.

Menurut Fiona, Matthews akan terus menjadi model sampai modelling menjadi hal yang tidak menyenangkan bagi Matthews.

“Kami mencoba menggunakan apa yang Matthews lakukan untuk membantu orang tua lainnya. Mungkin mereka yang memiliki anak kecil bisa menjadi lebih positif tentang masa depan dan hal ini dapat mengubah perspektif orang terhadap down syndrome, menunjukkan bahwa seseorang seperti Matthews juga bisa memiliki kehidupan yang luar biasa,” jelas Fiona.

Fiona sadar bahwa dirinya dan Matthews tidak bisa mengubah pandangan orang lain hanya dalam semalam, tetapi dirinya tetap ingin membuat sedikit perubahan agar bisa membuka lebih banyak ruang bagi orang lain.

“Setiap orang mempunyai hak yang sama untuk menjalani kehidupan terbaiknya. Tidak ada yang lebih berhak atau kurang berhak mendapatkannya. Matthews sering berkata kepadaku, ‘Terima kasih, Bu, karena telah membuatku begitu cantik dan membantuku menjalankan Instagram‘. Matthews membuat orang-orang percaya bahwa anak-anak mereka mampu melakukan apa saja,” tutup Matthews.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: