Kaligrafi Tiongkok

Sheina Ashley Pribadi (Foto: detik.com)

Sheina Ashley Pribadi, siswi kelas 12 SMA di Jakarta Intercultural School (JIS) mengubah fly ash (abu terbang) jadi batu bata ramah lingkungan.

Sheina menginisiasi proyek ACE untuk menciptakan bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan agar bisa mengurangi emisi karbon.

Melalui proyek ACE, Sheina menciptakan semen ramah lingkungan yang lebih murah, kuat, dan lebih berkelanjutan.

Semen ramah lingkungan ini, kemudian bisa menjadi bahan baku pembuatan batako, sehingga lebih ramah lingkungan daripada batako semen tradisional.

Sheina menjelaskan, proyek ACE digagas untuk menggantikan batako dan batu bata tanah liat yang menimbulkan polusi.

Caranya, adalah dengan mengganti sebagian besar bahan baku semen pada batako dengan fly ash yang merupakan produk sampingan PLTU batu bara.

“Jika tidak dimanfaatkan untuk pembuatan semen ini, fly ash hanya jadi sampah yang dapat mencemari saluran air dan berakhir di tempat pembuangan sampah,” ujar Sheina dikutip dalam keterangannya, Selasa (10/10).

 

Tujuan Proyek ACE

Melalui proyek ini, Sheina ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menggunakan bahan bangunan rendah polusi. Tujuan akhirnya adalah memperlambat dampak perubahan iklim.

Menurut Sheina, ide ini muncul saat kursus solusi tentang lingkungan di Stanford tahun 2021 lalu. Sheina banyak berkonsultasi dengan profesor dan insinyur, lalu mempraktikkannya sendiri di Jakarta.

“Saya bereksperimen sendiri, membuat prototipe rumah, sampai menguji prototipe di laboratorium. Formula yang terakhir dapat mencegah 50% lepasnya karbondioksida. Setiap kilogram semen yang diganti dengan fly ash, bisa menghemat 0.9 kilogram karbondioksida agar tidak terbuang ke atmosfer,” kata Sheina.

Pengujian berikutnya adalah uji kekuatan. Sembilan prototipe batu bata terkuat diuji di lab Universitas Tarumanegara Jakarta untuk dilakukan penguatan dengan uji kompresi.

“Formula terakhir bisa melampaui standar FC20 (mutu sedang beton standar Kementerian PUPR),” jelasnya.

 

Produksi Batu Bata

Kini, batu bata ramah lingkungan tersebut mulai diproduksi. Ia dibantu oleh lokakarya lokal di Bogor untuk memproduksi dengan bahan baku fly ash dari PLTU Paiton Malang. Sementara itu, untuk desain Sheina banyak dibantu pamannya yang kebetulan seorang arsitek.

Batu bata temuan Sheina ini untuk sementara masih diperuntukkan membangun kepentingan umum. Salah satunya, untuk membangun trotoar yang rusak.

Seperti yang sudah dibangun di trotoar di kawasan sekolah Al-Firdaus di BSD, sedangkan untuk tujuan komersil, Sheina mengatakan belum dulu.

“Meskipun kami punya harapan di masa depan, proyek ini tidak bertujuan menjual batu bata secara komersial. Batu bata ini akan digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya.

Atas batu bata temuannya ini, Sheina telah menerima hibah dari The Iris Project yang memungkinkan Sheina membeli bahan baku dan perlatan yang diperlukan.

“Semoga ke depannya temuan ini bisa dipatenkan dan bisa mengembangkan produk ini bermitra dengan perusahaan bangunan di Indonesia agar bisa memproduksi secara massal untuk menciptakan bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan, untuk mengurangi emisi karbon,” tutup Sheina.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: