Buya Syafii Maarif

Penulis : Grace Kolin

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (27/5/2022) pada pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Informasi itu disampaikan oleh Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir via akun Twitter resminya, @HaedarNs. “Muhammadiyah dan bangsa Indonesia berduka. Telah wafat Buya Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif pada hari Jumat tgl 27 Mei 2022 pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping,” tulis Haedar.

Buya Syafii Maarif lahir di Minangkabau pada 31 Mei 1935. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah periode 2000 – 2005. Semasa hidupnya, Buya Syafii Maarif tidak hanya dikenal sebagai tokoh agama dan pemikir Islam, namun juga sebagai sosok guru bangsa.

Buya Syafii Maarif sangat aktif di dunia pendidikan. Ia pernah mengabdi di pendidikan yang dikelola organisasi Muhammadiyah dan dikirim ke Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengajar di sekolah Muhammadiyah. Tidak hanya menjadi guru di wilayah timur Indonesia, berikut deretan kiprah Buya Syafii Maarif di dunia pendidikan seperti yang dilansir dari viva.co.id:

  • Guru Bahasa Inggris dan Indonesia SMP di Baturetno, Surakarta (1959-1963)
  • Guru Bahasa Inggris dan Indonesia SMA Islam Surakarta (1963-1964)
  • Dosen Sejarah dan Kebudayaan Islam Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (1964-1969)
  • Dosen IKIP Yogyakarta (1967-1969)
  • Asisten dosen paruh waktu Sejarah dan Kebudayaan Islam di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta (1969-1972)
  • Asisten Dosen Sejarah Asia Tenggara IKIP Yogyakarta (1969-1972)
  • Dosen paruh waktu Sejarah Asia Barat Daya IKIP Yogyakarta (1973-1976)
  • Dosen senior Filsafat Sejarah IKIP Yogyakarta (1983-1990)
  • Profesor tamu di University of Iowa, AS (1986)
  • Dosen senior (paruh waktu) Sejarah dan Kebudayaan Islam IAIN Kalijaga, Yogyakarta (1983-1990)
  • Dosen senior (paruh waktu) di UII Yogyakarta (1984-1990)
  • Dosen senior (paruh waktu) Sejarah Ideologi Politik Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta (1987-1990)
  • Dosen senior (pensyarah kanan) di Universitas Kebangsaan Malaysia (1990-1994)
  • Dosen senior Filsafat Sejarah IKIP Yogyakarta (1992-1993)
  • Profesor tamu di McGill University, Kanada (1992-1994)
  • Profesor Filsafat Sejarah IKIP Yogyakarta (1996)

Buya Syafii Maarif juga dikenal sebagai tokoh pluralis Indonesia. Untuk menguatkan pemikiran-pemikiran pluralisme, toleransi, kebangsaan, keislaman, sosialnya, Buya Syafii Maarif mendirikan Maarif Institute. Lembaga ini didirkan untuk Lembaga ini diisi oleh intelektual-intelektual muda dan yang memiliki kepedulian akan bangsa. Maarif Institute berkomitmen menjadi salah satu tenda bangsa yang berkomitmen membela kebhinekaan lewat berbagai program dan kegiatannya, seperti:

  • Merancang dan memfasilitasi program generasi toleran dan anti kekerasan.
  • Aktif memfasilitasi gerakan moral tokoh lintas agama di dalam menyikapi isu-isu publik.
  • Menggelar Maarif Award, program penghargaan dua tahunan yang digelar oleh Maarif Institute untuk mengangkat model-model keteladanan dan kepemimpinan lokal dengan komitmen terhadap nilai-nilai kebhinekaan, anti kekerasan, dan anti diskriminasi.

Selain mendirikan Maarif Institute, Buya Syafii Maarif juga pernah menjadi mantan Presiden Konferensi Dunia Agama untuk Perdamaian (World Conference on Religion for Peace/WCRP). WCRP merupakan organisasi lintas agama yang menghimpun tokoh-tokoh berbagai agama dari seluruh dunia dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia.

Selamat jalan Guru Bangsa dan Tokoh Pluralis Indonesia, Buya Syafii Maarif.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber