Perayaan Hari Raya Waisak di berbagai negara di dunia.

Sumber Gambar : Canva 

Penulis : Grace Kolin

Pada tahun 2022, Hari Raya Waisak jatuh pada tanggal 16 Mei. Waisak merupakan hari suci agama Buddha, dimana hari ini memperingati tiga peristiwa suci yang terjadi pada Buddha Gautama, yaitu kelahiran, pencerahan sempurna dan kemangkatan atau wafat. Tiga peristiwa suci ini dinamakan “Trisuci Waisak”. Keputusan merayakan Trisuci ini dinyatakan dalam Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia atau World Fellowship of Buddhists (WFB) yang pertama pada tahun 1950 di Sri Lanka. Dalam konferensi ini ditetapkan pula waktu peringatan Waisak, yaitu pada bulan purnama pertama di bulan Mei.

Hari raya Waisak memiliki sebutan yang beragam di berbagai negara. Seperti Waisak di Indonesia, Visakha Puja di India, Visakha Bucha di Thailand, Wesakha di Sri Lanka, Hanamatsuri di Jepang, Soekka Tanshin-il di Korea, Kasone Ie-pyae Boda Nei di Myanmar, hingga Saga Dawa di Tibet. Tidak hanya dari segi penyebutan, masing-masing negara juga merayakan Waisak dengan tradisi yang berbeda. Berikut tradisi perayaan Waisak dari berbagai negara di dunia:

1. Indonesia

Untuk skala nasional, perayaan Waisak di Indonesia biasanya berpusat di Candi Mendut dan Candi Borobudur. Setelah melakukan upacara puja dan bakti di Candi Mendut, para biksu beserta umat Buddha akan melakukan arak-arakan secara beriringan menuju Candi Borobudur. Barisan arak-arakan itu diiringi pula dengan mobil yang membawa Api Dharma dan Air Suci. Sesampainya di Candi Borobudur, Sangha dan umat Buddha berkumpul dan menyalakan ribuan lampion, kemudian melepaskann ke angkasa bersama-sama.

 2. Thailand

Saat peringatan Waisak, masyarakat Thailand akan berkumpul di kuil untuk mendengar khotbah dari para biksu, kemudian dilanjutkan dengan lantunan doa. Selain itu, masyarakat Thailand juga menyumbang atau mempersembahkan makanan, bunga dan lilin, Ketiga persembahan ini memiliki makna keterbatasan dan simbol kehidupan material.

3. Vietnam

Masyarakat Vietnam merayakan Waisak dengan memasang lentera di jalanan. Pagoda dan kuil-kuil di negara ini juga dihias untuk mengundang para pengikut Buddha agar memberikan persembahan kepada biksu serta mendengarkan khotbah.

4. Sri Lanka

Hampir sama dengan Vietnam, masyarakat Sri Lanka juga menghias rumah mereka dan jalan-jalan dengan lilin dan lentera kala menyambut hari raya Waisak. Mereka juga memasang pandol atau gerbang dekoratif yang berisikan bagian-bagian berbeda dari kisah Buddha. Tidak ketinggalan, ada dansala atau prasmanan gratis yang dibuat untuk para biksu dan warga dalam peringatan ini.

5. Jepang

Di negara Matahari Terbit, hari raya Waisak ditandai dengan tradisi mengelilingi bunga teratai yang konon tumbuh dari tempat bayi Buddha berjalan. Selain itu, umat Buddha di negara ini akan diundang ke ke kuil untuk memandikan patung Buddha dan menaburi patung tersebut dengan ama-cha, sejenis the manis yang terbuat dari berbagai macam daun hydrangea. Setelah itu, mereka akan mengalungkan rangkaian bunga teratai di patung tersebut.

6. Tiongkok

Masyarakat Tiongkok memperingati Waisak sebagai ulang tahun Buddha atau fodan. Peringatan ini dimanifestasikan dalam Festival Mandi Buddha atau Yufojie. Dalam festival ini, para biksu akan menuangkan air wangi yang telah diberkati ke atas patung bayi Buddha.

7. Myanmar

Setiap tahunnya, dalam hari raya Waisak, masyarakat Myanmar akan membawa sebuah pot yang terbuat dari tanah ke kuil pagoda untuk menyiram pohon Mahabodhi. Pohon Mahabodhi merupakan sebuah pohon beringin yang dianggap suci oleh umat Buddha. Mereka menyiram pohon ini untuk memastikan bahwa nantinya mereka akan dapat bertahan hidup di bumi yang kering.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber