Kaligrafi Tiongkok

Kursi buatan SMKN 2 Salatiga (Foto: Vokasi Kemdikbud)

Siswa SMKN 2 Salatiga, Jawa Tengah, membuat kursi kereta api eksekutif yang merupakan hasil inovasi dan kolaborasi antara SMK dan industri.

Kursi kereta api produksi siswa SMKN 2 Salatiga, telah digunakan oleh PT Industri Kereta Api (PT INKA), serta dioperasikan pada rangkaian kereta api eksekutif hingga luxury produksi PT INKA.

Mengutip dari situs Vokasi Kemdikbud, Guru SMKN 2 Salatiga R. Sartono menjelaskan, sampai saat ini pihaknya sudah membuat dua tipe kursi kereta untuk kelas eksekutif.

“Untuk tipe yang terbaru, sudah dipasang di gerbong kereta Taksaka yang beberapa waktu lalu itu sedang diuji coba,” ujar Sartono dikutip dalam keterangannya, Jumat (15/12).

Sartono menambahkan, pembuatan kursi kereta api untuk kelas eksekutif model terbaru tersebut hampir 100% merupakan karya bangsa sendiri.

Mulai dari desain, material yang digunakan, hingga pengerjaan yang dilakukan murni oleh anak-anak SMK.

“Hanya tinggal dua komponen saja yang masih impor, sisanya sudah buatan dalam negeri semua,” kata Sartono.

Sartono menuturkan, pembuatan kursi kereta api ini dilakukan secara kolaborasi dengan melibatkan 1 politeknik, 4 SMK, dan industri D’Tech Engineering yang berperan sebagai supervisi, desain, hingga penanggung jawab risiko.

Sedikit berbeda dengan kursi kereta api yang dirancang sebelumnya, kursi kereta kelas eksekutif ini dirancang dengan sandaran kursi yang lebih panjang, sehingga terasa lebih nyaman.

Selain itu, kursi kereta juga dilengkapi dengan soket untuk beberapa keperluan, seperti mengisi daya ponsel dan sebagainya.

“Selalu ada inovasi baru yang ditawarkan dan dihasilkan oleh para pelajar SMK, khususnya di SMKN 2 Salatiga,” ungkap Sartono.

Produksi yang Terus Meningkat

Kursi kereta api karya pelajar SMK ini, sudah digunakan oleh PT INKA dengan nilai proyek yang terus bertambah setiap tahunnya.

Sartono menilai, proyek dari pembuatan kursi kereta ini mencapai Rp2,5 miliar di tahun 2022. Pada tahun 2023 sendiri, PT INKA kembali memesan sebanyak 1.400 kursi kereta eksekutif dan 100 kursi kereta luxury.

Kursi luxury tersebut, menjadi kursi luxury revolving pertama buatan Indonesia dengan nilai proyek yang mencapai Rp20 miliar.

Kursi tersebut sudah digunakan pada kereta New Argo Dwipangga, New Argo Lawu, dan Taksaka.

“Untuk proyek selanjutnya pada tahun 2024-2025, kolaborasi akan akan mencapai angka Rp80 miliar dengan potensi proyek kenaikan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kereta api,” tutup Sartono. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: