Kaligrafi Tiongkok

Bayar SPP pakai minyak jelantah (Foto: Kompas.com/Nugraha Perdana)

SMP Muhammadiyah 4 Malang, Jawa Timur, menginisiasi Program Sedekah Jelantah sebagai ganti pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi siswa kurang mampu.

Inovasi yang dihadirkan oleh SMP Muhammadiyah 4 Malang ini, adalah salah satu upaya untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu.

Selain itu, program ini juga hadir sebagai sarana edukasi kepada masyarakat tentang tata kelola pengumpulan minyak jelantah, untuk kemudian disetorkan ke pabrik sebagai bahan pembuatan biodisel ataupun produk daur ulang lain.

Adapun acara peluncuran Program Sedekah Jelantah SMPM 4 berlangsung pada Jumat (11/8), bertepatan dengan ulang tahun klub sepak bola asal Raya, Arema.

Kebijakan tersebut baru berjalan pada tahun ini dan diperuntukkan bagi siswa baru ataupun siswa lama.

Kepala Sekolah SMP 4 Muhammadiyah Malang Sahran mengatakan, program bayar biaya sekolah dengan minyak goreng jelantah berawal dari melihat adanya pelajar yang putus sekolah karena faktor ekonomi.

Akhirnya, Sahran berupaya mencari solusi agar tidak ada pelajar di sekolahnya yang keluar atau putus sekolah karena kendala biaya.

“Saya lihat kondisi siswa ada yang terkendala membayar biaya sekolah. Kemudian, saya berpikir bagaimana siswa sekolah tanpa memikirkan biaya,” kata Sahran dikutip dari Kompas.com, Jumat (16/8).

Pihak sekolah pun menemukan solusi berupa pembayaran kebutuhan sekolah menggunakan minyak goreng jelantah yang dibeli oleh suatu perusahaan. Demi merealisasikan ide ini, SMPM 4 Malang akhirnya bekerja sama dengan PT Teladan Makmur Persada.

Sahran selanjutnya menyosialisasikan program kegiatan tersebut kepada para orang tua atau wali murid. Hasilnya, mereka menyetujui program kegiatan dari Sahran dalam forum sosialisasi yang ada. Sahran berharap, langkah dari pihaknya bisa diikuti oleh lembaga pendidikan yang lain.

“Kemudian kami luncurkan. Kami lihat kondisi anak-anak dan memang kalau bisa ini menjadi contoh bagi sekolah lainnya, bisa menggratiskan,” katanya.

Keharusan membayar biaya sekolah menggunakan minyak goreng jelantah tidak diwajibkan secara menyeluruh kepada para pelajar.

Tidak hanya menggunakan minyak jelantah, para pelajar dengan kondisi ekonomi yang kurang, juga bisa membayar separuh dari kebutuhan sekolah.

Sejak diluncurkan pada 11 Agustus 2023 lalu, kini sudah terdapat 3 jeriken berukuran 20 liter berisi minyak jelantah yang ditampung oleh sekolah.

Sekolah tidak memiliki target untuk setoran minyak goreng jelantah ke perusahaan. Hasil dari minyak jelantah yang dikumpulkan pun akan langsung diambil oleh pihak perusahaan.

“Harapan kami, program ini bisa menjadi sarana edukasi kepada siswa dan masyarakat bahwa minyak bekas yang terlihat tidak mempunyai manfaat, ternyata dapat memberi sumbangsih jika dikelola dengan baik. Salah satu manfaatnya, adalah perekonomian di mana dapat membantu siswa agar tidak putus sekolah,” tutup Sahran.

Untuk menyukseskan program tersebut, diharapkan semua pihak baik dari warga mana saja dapat menyumbangkan minyak jelantah ke SMP Muhammadiyah 4 Malang.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: