Mitsuhiro Hao mendonasikan rambut yang ia panjangkan selama 3 tahun.

Sumber Gambar : mainichi.jp

Penulis : Grace Kolin

Seringkali, anak-anak kehilangan rambutnya karena beberapa hal, seperti cedera atau penyakit tertentu. Tidak jarang, karena kehilangan rambut, sebagian anak juga bisa jadi kehilangan kepercayaan diri. Untuk menyemangati anak-anak yang kehilangan rambut, ada aksi kebaikan mendonasikan rambut yang panjang dan sehat untuk dijadikan wig atau rambut palsu. Aksi kebaikan ini dapat dilakukan siapa saja, tanpa memandang usia dan jenis kelamin.

Dilansir dari laman mainichi.jp, seorang anak laki-laki di Jepang bernama Mitsuhiro Hao menumbuhkan rambutnya selama tiga tahun berturut-turut. Rambutnya yang telah panjang ia donasikan sebagai wig medis untuk anak-anak yang kehilangan rambutnya akibat penyakit atau kecelakaan. “Ini adalah kali pertama bagi saya dalam kegiatan sukarelawan. Saya berharap wig ini dapat terjaga dengan baik dan penggunanya juga dapat segera sembuh,” kata Mitsuhiro sambil memegangi rambutnya yang sudah dipotong.  

Japan Hair Donation & Charity, sebuah Lembaga Non-Profit dari Osaka menawarkan pembuatan wig menggunakan rambut manusia secara gratis sejak tahun 2009. Wig untuk anak-anak akan kelihatan lebih terlihat natural jika dibuat dari rambut yang didonasikan orang yang berada dalam rentang usia tersebut. Sayangnya, donasi rambut dari anak usia 10 tahun atau lebih muda masih jarang dan hanya mencakup 10% dari total kontribusi yang diterima lembaga tersebut.

Ketika Mitsuhiro mendengar hal itu dari temannya dan program TV, ia pun tertarik untuk mulai menumbuhkan rambutnya sejak tahun 2017. Terkadang, ia hampir ingin menyerah karena diejek teman sepermainannya atau dikira sebagai perempuan ketika menggunakan kamar mandi dan fasiltias pemandian air panas.

Selama periode menumbuhkan rambut, Mitsuhiro harus menjelaskan alasan di balik perilakunya kepada pihak sekolah agar orang dewasa disana bisa paham. Selain itu, ia juga sangat berhati-hati dalam memilih jenis sampo dan perawatan untuk rambutnya. Tiga tahun kemudian, Mitsuhiro pergi mengunjungi salon di Prefektur Niigata dan memotong rambutnya, karena rambutnya telah mencapai standar panjang yang dibutuhkan untuk donasi rambut, yaitu 31 sentimeter.

“Kepala saya terasa lebih enteng dan saya juga penasaran bagaimana reaksi dari orang-orang di sekolah,” katanya sambil tersenyum. Mitsuhiro bercita-cita ingin menjadi dokter gigi seperti ayahnya agar ia bisa melakukan sesuatu untuk membantu orang lain.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber