Penulis : Grace Kolin

Tebet merupakan kawasan di Jakarta Selatan yang terkenal dengan banyaknya tempat tongkrongan dan kuliner enak. Tak hanya itu, kawasan ini juga memiliki satu spot baca menarik yang ramai dikunjungi pembaca, yaitu Baca di Tebet atau yang akrab disebut BDT. Spot baca terletak di Jalan Tebet Barat Dalam Raya Nomor 29.

Meski gedungnya relatif kecil, BDT memiliki koleksi buku yang lengkap. Ada ribuan koleksi buku bergenre humaniora seperti bahasa, geografi, filsafat, lintas agama, seni, sosiologi, antropologi, sejarah, kajian gender dan lainnya yang tersedia di spot baca ini. Ada juga koleksi buku-buku sains terapan populer dan alternatif. Ribuan buku tersebut merupakan karya para penulis dari dalam dan luar negeri dengan aneka bahasa, mulai dari bahasa Indonesia, bahasa asing, hingga bahasa daerah.

Ada empat tipe ruangan di BDT. Yang pertama ada Ruang Pikir, di sini pengunjung dapat menikmati ratusan buku dan menggambilnya langsung dari tangga. Ruang ini juga bisa menjadi tempat diskusi dan rapat dalam jumlah kecil.

Kedua, Ruang Baca. Di sini pengunjung bisa membaca dan mengobrol leluasa sambil membaca buku. Meski tak boleh membawa makanan, pengunjung tetap bisa minum dan mendapat refill gratis. Ketiga adalah ruang Roy B.B Janis. Ruangan ini menjadi tempat utama di BDT. Tak hanya membaca, di sini pengunjung juga bisa menghelat diskusi dan bernyanyi. Ada fasilitas alat musik seperti gitar dan piano yang bisa digunakan untuk mengiringi acara seni, budaya, maupun literasi. Nama B.B Janis sendiri diambil dari nama orang tua dari salah satu pendiri BDT.

Ruang keempat alias ruang yang terakhir adalah Ruang Karya. Di sini, pengunjung yang gemar membuat podcast atau rekaman diskusi berbentuk audio yang membahas suatu topik tertentu, bisa menjadikan ruangan ini sebagai tempat perekaman. Selain piranti perekamannya yang lengkap, ruangan ini juga kedap suara. Sehingga kualitas podcast yang dihasilkan juga lebih jernih.